Polisi-TNI Gelar Rapat Gabungan Pengamanan Aksi 2 Desember

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Senin, 28/11/2016 23:17 WIB
Polisi-TNI Gelar Rapat Gabungan Pengamanan Aksi 2 Desember Ilustrasi pengamanan demonstrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian menggelar rapat koordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia terkait dengan teknis pengamanan aksi Bela Islam III, Senin (28/11) malam di Polda Metro Jaya.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, aksi tersebut perlu mendapat perhatian karena akan diikuti oleh banyak peserta. Aksi itu juga digelar di dekat sejumlah objek vital.

"Ini rapat persiapan pengamanan zikir akbar terkait kerjasama kami dengan TNI," kata Boy di Polda Metro Jaya, Jakarta sebelum rapat.
Menurutnya, bakal ada sekitar 22 ribu personel Kepolisian yang akan dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi yang dimotori Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI itu. Seluruh personel akan ditempatkan di sejumlah titik di Jakarta. Sejumlah personel dikerahkan untuk menyusun panggung bagi aksi GNPF MUI.

Lebih lanjut, Boy menyampaikan, aksi Bela Islam III akan di gelar di kawasan Monumen Nasional (Monas). Akan ada sejumlah acara yang digelar di dalam aksi tersebut, yaitu zikir, ceramah, dan salat jumat berjamaah.


"Tidak ada orasi. Lebih banyak tausiah dari para ulama," ujarnya.

Boy mengatakan, akan ada pengawalan yang dilakukan Kepolisian terhadap rombongan peserta aksi yang berangkat dari luar Jakarta. Ia memperkirakan sebanyak 150 ribu orang dari luar Jakarta akan ikut aksi GNPF MUI di Monas.

"Dari masing-masing daerah ada tugas pengawalan. Jadi sudah ada pengawalan dari Polda dan Polres setempat," ujarnya.
Meski demikian, Boy berharap peserta asal daerah mengurungkan niatnya ke Jakarta. Hal itu untuk meminimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan, baik dalam perjalanan maupun saat di Jakarta.

Boy juga mengimbau warga DKI Jakarta dan sekitarnya untuk tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa. Ia menyatakan, aksi GNPF MUI di Monas akan digelar secara damai.

"Aksi unjuk rasa pada tanggal 2 Desember diisi dengan kegiatan yang bersifat super damai. Diisi dengan kegiatan zikir, tausiah, doa bersama, dan salat Jumat. Setelah itu bubar," ujarnya.

Untuk menjamin warga ibu kota bisa beraktivitas seperti biasa, kepolisian telah mempersiapkan skema pengamanan lalu lintas bagi para peserta aksi yang hendak menuju ke Monas.
Salah satunya dengan menyiapkan kantong parkir untuk peserta aksi. Kantong parkir itu juga berfungsi menjadi titik kumpul. Beberapa titik kumpuk yang disediakan di antaranya di Jalan Merdeka Selatan, Jalan Merdeka Timur, Istiqlal, dan Kemayoran.

"Jadi itu adalah tempat-tempat parkir yang dsiapkan. Kami Harapkan seluruh pengemudi dan peserta yang datang dari seluruh daerah ikuti aliran yang diatur petugas lalu lintas," ujarnya.

Sementara kawasan di depan Istana untuk sementara akan ditutup bagi kendaraan. Sedangkan Jalan Merdeka Barat menuju Istana Negara akan ditutup secara situasional.

"Prinsipnya persuasif saja seperti pengamanan unjuk rasa biasa," kata Boy. (sur)