Siaga I, Polisi Kerahkan Ribuan Pasukan Kawal Demo Lanjutan

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Kamis, 24/11/2016 11:28 WIB
Siaga I, Polisi Kerahkan Ribuan Pasukan Kawal Demo Lanjutan Polisi menyiapkan 8.700 personel Brimob untuk mengamankan demo pada 25 November dan 2 Desember. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri menyiagakan total 8.700 pasukannya untuk mengantisipasi demonstrasi 25 November dan 2 Desember. Ribuan personel yang disiapkan itu termasuk pasukan yang didatangkan dari luar Jakarta.

Kepala Korps Brimob Inspektur Jenderal Murad Ismail, Kamis (24/11), mengatakan secara internal tetap diberlakukan status siaga I jelang demonstrasi tersebut, sama dengan aksi sebelumnya, demo 4 November.
Bahkan, jika pada aksi sebelumnya itu polisi mendatangkan 21 kompi Brimob dari berbagai daerah, sekarang ada 50 kompi personel yang disiapkan. Dengan kata lain, ada 5.000 personel dari luar Jakarta yang ditugaskan untuk mengamankan Ibu Kota.

"Mereka dari 21 Polda untuk mengamankan demo tanggal 25 November dan 2 Desember. Total jumlah Brimob yang akan mengamankan Ibu Kota ada 87 SSK (satuan setingkat kompi)," kata Murad di Markas Besar Polri. Pasukan sebanyak 87 SSK itu beranggotakan 8.700 personel.

Secara rinci, ada 25 SSK dari Mako Korps Brimob Kelapa Dua Depok, 12 SSK dari Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya dan 50 SSK dari 21 Polda di luar Jakarta. Belum lagi ada 36 unit pasukan anti kekerasan yang disiagakan di tujuh titik di Jakarta, di antaranya di Istana Negara, Kompleks Parlemen dan kawasan Semanggi.

"Yang 50 SSK Brimob daerah itu disebar di 39 titik, di Jakarta Pusat, Barat, Timur, Utara. Sedangkan 25 SSK Brimob Kelapa Dua dan 12 SSK Brimob Metro Jaya berada di Istana dan Gedung MPR/DPR," ujarnya.
Dia juga mengatakan personel yang didatangkan dari berbagai daerah itu berbeda dengan pasukan yang mengamankan aksi 4 November lalu. "Kemarin sudah kami pulangkan itu yang dari polda-polda. Sekarang baru datang lagi. Per tanggal 16 November kemarin mereka sudah ada di Jakarta," ujarnya.

Murad menjelaskan, pasukannya tidak akan dipersenjatai. Perlengkapan yang disiapkan untuk menghadapi demonstrasi hanya berupa tameng dan sepeda motor untuk sebagian dari ribuan pasukan itu.

Hal ini sama seperti pengamanan aksi sebelumnya, di mana polisi dilarang menembakkan senjata api jika situasi tidak memaksa.

Aksi 4 November menuntut percepatan proses hukum terhadap Gubernur nonakti DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang diduga melakukan penistaan agama. Kini, dia telah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi masyarakat masih ada yang merasa tak puas karena tidak disertai dengan penahanan.
Polisi menerima informasi akan ada demonstrasi lanjutan pada 25 November. Bahkan aksi tersebut diduga disertai upaya makar.

Sementara itu, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI yang menginisiasi demo 4 November menyatakan akan beraksi pada 2 Desember dan berjanji tidak menggulingkan pemerintahan. Belum diketahui pihak mana yang akan beraksi 25 November ini.

Saat ini penyidik Badan Reserse Kriminal Polri tengah menyelidiki dugaan upaya makar yang berkembang jelang demonstrasi susulan tersebut.


(sur/gil)