Rizieq Shihab Kembali Dipolisikan karena Ujaran Kebencian

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Selasa, 27/12/2016 19:55 WIB
Rizieq Shihab Kembali Dipolisikan karena Ujaran Kebencian Berbeda dengan laporan sebelumnya, pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab kini dilaporkan ke pihak kepolisian atas penyebaran ujaran kebencian. (Ilustrasi foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab kembali dilaporkan ke pihak kepolisian pada hari ini, Selasa (27/12). Dia dituduh melakukan ujaran kebencian yang dapat memecah belah kerukunan antar umat beragama.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Student Peace Institute melaporkan Rizieq berdasarkan rekaman video yang menyebar di media sosial. Laporan itu diterima oleh petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu dengan nomor LP/6367/XII/2016/PMJ/Ditreskrimsus.

"Kami melaporkan saudara Habib Rizieq Shihab atas tuduhan telah menyebarkan di depan publik ujaran-ujaran kebencian yang kemudian berpotensi memecah belah kerukunan beragama," ujar Doddy Abdallah, selaku pihak pelapor, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta.


Dia menyebutkan ucapan Rizieq yang dipersoalkan dalam video itu. "Kalau Tuhan beranak, terus bidannya siapa?" kata Rizieq dalam ceramahnya. Ucapan Rizieq itu diikuti gelak tawa para jemaah.

Direktur Eksekutif Student Peace Institute itu mengatakan, Rizieq tidak seharusnya mengucapkan kalimat tersebut. Dia menilai, ucapan Rizieq telah mencampuri urusan agama lain.

"Dia (Rizieq) sangat tidak pantas dianggap sebagai representasi umat Muslim, kemudian mengaku sebagai ulama bersorban, berbaju Muslim, mengucapkan kata-kata yang menyinggung agama lain. Dari pihak Muslim sendiri merasa tersinggung," ujarnya.

Berdasarkan surat tanda bukti lapor, Rizieq dilaporkan atas tindak pidana menyebarkan kebencian atau SARA. Dia dijerat dengan pasal 156 KUHP Jo Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2) UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain Rizieq, kata Doddy, pihaknya juga melaporkan pemilik akun Twitter @SayaReya. Akun itu diketahui telah menyebarkan video yang merekam ucapan Rizieq tersebut.

Meski demikian, Doddy belum mengetahui secara pasti siapa pemilik akun tersebut. Dia melaporkan pemilik akun itu dengan jeratan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Informasi Teknologi Elektronik.

Untuk memperkuat laporannya itu, Doddy menyertakan barang bukti berupa flashdisk yang berisi salinan video dan foto akun Twitter @SayaReya, penyebar video.

Sebelumnya, Rizieq Shihab juga telah dilaporkan ke polisi atas tuduhan penistaan agama. Laporan tersebut disampaikan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) berdasarkan rekaman video di media sosial. (pmg/yul)