Tahun Ini, Ada 600 WNI ke Suriah Gabung Kelompok Teror

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Kamis, 29/12/2016 13:44 WIB
Tahun Ini, Ada 600 WNI ke Suriah Gabung Kelompok Teror Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan ada 600 orang bergabung dengan dua kelompok teroris di Suriah, yaitu ISIS dan sempalan kelompok teroris Al Qaeda, Jabhah Nusrah. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkirakan sebanyak 600 warga negara Indonesia (WNI) berangkat ke Suriah sepanjang 2016.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan mereka hijrah untuk bergabung dengan dua kelompok teroris, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan sempalan kelompok teroris Al Qaeda, Jabhah Nusrah.

"Sebanyak 600 orang lebih yang berangkat hingga hari ini," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu malam (28/12).


Dia menyebutkan, mayoritas WNI yang berangkat ke Suriah bertujuan untuk bergabung dengan ISIS. Menurutnya, mereka berasal dari jaringan teroris yang ada di Indonesia, Jamaah Anshar Daulah (JAD).

Sedangkan yang bergabung dengan kelompok Jabhah Nusrah adalah bekas anggota Jamaah Islamiyah (JI) pimpinan Abu Bakar Baasyir.

Berdasarkan catatan Polri, kata Tito, sebagian dari 600 WNI yang berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teroris itu sudah meninggal. Sebagian lainnya, ucap dia, ada yang sudah dideportasi kembali ke Indonesia setelah ditangkap otoritas keamanan di Malaysia, Singapura, dan Turki.

"Ada yang digagalkan baik di Indonesia maupun di luar Negeri. Kami prinsipnya kerja sama dengan negara lain dan monitor intelijen. Kalau ada WNI yang tertangkap di negara lain, akan dipulangkan ke Indonesia," tutur Tito.

Polri bekerja sama dengan otoritas sejumlah negara berulang kali mendeportasi WNI yang terindikasi akan ikut berperang di Suriah.

Terakhir, tiga orang WNI dideportasi otoritas Turki pada Sabtu (24/12) kemarin. Tiga orang itu berinsial TG, laki-laki, 18, asal Riau; JJ, laki-laki, 25, asal Bandung; dan I, 21, asal Jakarta Utara.

Ketiganya tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten pada Sabtu (24/12). Ketika dimintai keterangan, ketiganya mengaku tak mengenal satu sama lain. (rel/obs)