Bupati Klaten Diduga Terlibat Suap untuk Pengisian Jabatan

Priska Sari Pratiwi    , CNN Indonesia | Jumat, 30/12/2016 22:43 WIB
Bupati Klaten Diduga Terlibat Suap untuk Pengisian Jabatan Sri Hartini diduga terlibat suap untuk pengisian jabatan di pemerintahan kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Foto: Screenshoot via Twitter/@SriHartini_Klt)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkapkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pada Bupati Klaten, Sri Hartini diduga lantaran terlibat suap untuk pengisian jabatan di pemerintahan kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Ketentuan mengenai pengisian jabatan ini merupakan peraturan pemerintah tentang perangkat daerah yang salah satunya harus segera diisi dalam batas waktu tertentu.

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, Sri ditangkap bersama tujuh orang lainnya yang terdiri atas empat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tiga non PNS. Dari hasil OTT tersebut, KPK mengamankan uang senilai Rp2 miliar dan US$ 100 yang disimpan dalam kardus.


"Kami punya waktu maksimal 1x24 jam untuk meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Jakarta," ujar Febri di Gedung KPK, Jumat (30/12) malam.

Febri menyatakan KPK masih mendalami sumber uang dan sejumlah dokumen yang diperoleh dari hasil OTT. Ia menduga uang itu tak hanya berasal dari satu orang dan didapatkan dalam kurun waktu yang berbeda.

"Kami masih melakukan pemeriksaan dan proses selanjutnya secara spesifik akan disampaikan besok," katanya.

KPK sebelumnya telah mengonfirmasi, salah seorang yang ikut terjaring dalam OTT, Jumat pagi (30/12) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, adalah Bupati Klaten Sri Hartini.

Sri Hartini adalah istri mantan Bupati Klaten Haryanto Wibowo, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang ditetapkan tersangka kasus pengadaan buku paket tahun ajaran 2003/2004 senilai Rp4,7 miliar dan kasus penggunaan dana APBD untuk perjalanan ke luar negeri.