Prabowo: Anak Proklamator Kok Dituduh Makar

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Minggu, 08/01/2017 17:27 WIB
Prabowo: Anak Proklamator <i>Kok</i> Dituduh Makar Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tak percaya Rachmawati Soekarnoputri punya niat makar menggulingkan pemerintahan. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyinggung kasus dugaan makar yang menjerat Rachmawati Soekarnoputri. Pernyataan itu dia sampaikan saat memberikan arahan kepada lebih dari 8.000 kader Gerindra DKI Jakarta di Hall, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (8/1).

Dalam sambutan pembukanya, Prabowo terlihat sangsi dengan mempertanyakan tuduhan terhadap Rachmawati tersebut.

"Kepada yang terhormat, Ibu Rachmawati yang hadir. Dituduh makar? Saya kira kok anak proklamator kok dituduh makar? Tapi kita ikuti proses dengan baik," kata Prabowo disambut tepuk tangan ribuan kader yang hadir.


Rachmawati merupakan salah satu tersangka dugaan makar yang ditangkap polisi pada Jumat 2 Desember 2016, menjelang aksi 212 di Monas, Jakarta Pusat. Dia dijerat dengan sangkaan Pasal 107 Jo 110 Jo 87 KUHP tentang makar.

Putri dari mendiang Soekarno itu telah menjalani pemeriksaan di kediamannya, Jakarta Selatan, Selasa (2/1). Pada pemeriksaan yang berlangsung dari sore hingga larut malam itu Rachma kembali menyampaikan keberatan atas tuduhan makar yang dialamatkan kepada dirinya.

Selepas menyinggung kasus Rachmawati, Prabowo mengingatkan para kader pentingnya Pilkada DKI Jakarta 2017. Menurut Prabowo, Jakarta sebagai ibu kota Indonesia sangat menentukan arah bangsa ke depannya.

Dia berharap kader yang hadir dapat meneruskan pesan kepada lingkungannya untuk memenangkan pasangan calon yang diusung Gerindra dan PKS, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Kalau hari ini saya berdiri di depan 8.000 kader saya berharap saudara pulang dan meneruskan pesan kepada 20-30 orang. Kalau 8.000 kader ini menyampaikan ke 10 orang dan 10 orang lain meyakinkan yang lain, Insya Allah kita bisa meyakinkan yang lain," ujar Prabowo.

Prabowo menambahkan, rakyat Indonesia yang tengah merasakan kesulitan ekonomi tidak dapat dibohongi oleh para pemimpinnya.

Akan tetapi, ada yang menarik dalam penyampaian tersebut. Prabowo juga menyinggung bahwa perkataannya bukan bermaksud mengajak makar.

"Saudara, ini pertemuan kader ya, jadi saya boleh bicara terbuka. Tapi saya tidak mengajak makar lho. Enggak boleh makar. Gerindra selalu berjuang di atas UUD 45, tapi bukan UUD yang diakal-akalin oleh bangsa lain," ucap Prabowo.

Dalam rapat tersebut, selain pengurus teras dan ribuan kader Gerindra, turut pula hadir petinggi PKS seperti Presiden Sohibul Iman, Wasekjen Mardani Ali Sera, Ketua DPD PKS Syakir Purnomo dan pasangan calon yang diusung Gerindra dan PKS, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. (gil)