"Pemberian kompensasi tidak melalui putusan pengadilan seperti dalam Undang undang Nomor 15 Tahun 2003 (Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme) namun melalui putusan lembaga negara yang berwenang dengan mekanisme assesment," kata salah satu korban saat membacakan pernyataan di persimpangan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (14/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah aparat kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta nampak bersiaga mengamankan lokasi dan mengatur lalu lintas.
Saat ini sejumlah korban serangan teror Thamrin sedang mengajukan gugatan ganti rugi kompensasi ke pengadilan.
Mereka selama ini bisa memperoleh kompensasi dari pemerintah jika mengajukan gugatan itu melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) kemudian diserahkan ke jaksa penuntut umum dalam proses peradilan pelaku teror.
Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai juga menyampaikan masih banyak masalah yang dialami korban terorisme dalam memperoleh haknya. Hak para korban, kata dia, memang diakui pemerintah. Hanya saja, proses pemenuhannya mesti diatur lebih tegas sehingga masyarakat lebih mudah memperolehnya.