Pelapor Megawati Tak Takut Diadukan PDIP ke Kepolisian

Martahan Sohutoron, CNN Indonesia | Rabu, 25/01/2017 08:01 WIB
Pelapor Megawati Tak Takut Diadukan PDIP ke Kepolisian Baharuzaman (ketiga dari kiri), eks Ketua FPI Jakarta Utara, merasa aduannya terhadap Megawati tepat. Menurutnya, yang tersinggung dengan ucapan Mega bukan hanya umat Islam. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelapor Megawati Soekarnoputri atas dugaan penodaan agama, Baharuzaman, menyatakan tidak takut dengan ancaman Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ia merasa langkahnya mempersoalkan pidato ketua umum partai berlambang kepala banteng itu tepat.

"Ini negara hukum, jadi itu hak mereka. Saya siap dilaporkan," kata Baharuzaman di Jakarta, Selasa kemarin.

Baharuzaman menilai Megawati menyinggung rukun iman kelima Islam saat berpidato pada perayaan HUT ke-44 PDIP. Tak hanya umat Islam, menurutnya perkataan Megawati tentang konsep kehidupan manusia pasca kematian pun juga melukai perasaan penganut agama lain.


"Saya punya banyak teman Kristiani. Mereka beribadah karena ingin masuk surga. Sementara surga itu ada di hari akhir, setelah kehidupan fana," ucapnya.

Kolega Baharuzaman di Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama, Damai Hari Lubis, mengatakan kelompoknya ingin mendorong kerukunan umat beragama yang didasarkan toleransi.

Damai berkata, laporan mereka merupakan ujian atas penegakan hukum yang adil. Ia pun mengklaim kelompoknya sebagai pelopor penegakan hukum atas penodaan agama.
Kuasa hukum Baharuzaman, Azam Khan, menyebut laporan Baharuzaman bermula saat kliennya itu menyaksikan Megawati berpidato di televisi, Selasa pekan lalu. Baharuzaman, kata dia, berinisiatif merekam pidato tersebut.

Azam berujar, Baharuzaman dan beberapa anggota Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama kemudian membahas pidato itu sebelum akhirnya sepakat tentang ucapan Megawati yang menurut mereka menodai agama.

Senin lalu, laporan mereka terhadap Megawati diterima dan ditandangani oleh staf Siaga Bareskrim Polri Komisaris Usman dan diberikan nomor TBL/46/I/2017/Bareksrim.

Ketika itu mereka juga menyerahkan barang bukti berupa rekaman video dan transkrip video yang dikerjakan Baharuzaman. Azam berkata, kliennya menuliskan perkataan Megawati secara utuh.

Kemarin, politik PDIP Junimart Girsang mengancam akan melaporkan balik Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama ke kepolisian. Menurutnya, tindakan tegas kepolisian dibutuhkan untuk menghentikan laporan laporan penodaan agama yang kini kerap terjadi.

"Kami akan bersikap tegas. Jika laporan itu tidak ada bukti dan fakta, kami akan mengambil tindakan hukum," kata tuturnya.
(abm/yul)