Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, stempel dari kementerian itu di antaranya bertuliskan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian dan beberapa label halal yang tertulis dari negara pengekspor daging seperti Australian Halal Food Services, Islamic Coordinating Council of Victoria Queensland, Kanada, dan China.
"KPK akan mempelajari cap atau stempel yang berasal dari kementerian dan organisasi yang bergerak pada sertifikasi halal. Ada indikasi impor daging jadi lebih mudah masuk ke Indonesia (karena stempel tersebut)," ujar Febri di gedung KPK, Jakarta, Senin (30/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menyita stempel di kantor Basuki, KPK juga menyita sejumlah barang dan dokumen lain di tiga lokasi pada Jumat (27/1) lalu, yakni rumah Basuki di Pondok Indah, rumah Patrialis di Cipinang, dan ruang kerja Patrialis di gedung MK. KPK juga turut menyita dokumen lain yang berkaitan dengan perkara di ruang kerja hakim konstitusi I Dewa Gede Palguna dan Manahan Sitompul.
"Kami juga menyita sejumlah dokumen transaksi keuangan dan bukti kepemilikan perusahaan dari tempat Basuki," tuturnya.