Ketidakhadiran Dahlan tersebut diutarakan adiknya, Mi'ratul Mukminin. Mantan Bupati Magetan itu berkata, Dahlan memiliki tiga alasan mangkir dari pemeriksaan kasus mobil listrik.
"Dahlan tidak hadir karena belum menunjuk pengacara. Kedua, kami menerima panggilan melalui faksimile. Ketiga, kondisi kesehatan Pak Dahlan juga kurang baik," ujarnya seperti dilansir Detikcom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim Richard Marpaung membenarkan ketidakhadiran Dahlan. Namun ia belum mengetahui jadwal pemeriksaan baru untuk eks Dirut PT PLN (Persero) itu.
Kasus tersebut bermula saat Dahlan mengusulkan penggunaan kendaraan listrik untuk delegasi KTT Asia-Pasific Economic Cooperation XXI Tahun 2013. Dahlan saat menjadi penanggung jawab untuk pengangkutan delegasi.
Usulannya akhirnya disepakati bersama dengan Menteri Perekonomian saat itu pada rapat bersama panitia KTT APEC.
Proyek pengadaan mobil listrik diduga bermasalah lantaran unit produksinya tidak memiliki spesifikasi yang sesuai dengan kesepakatan kontrak. Selain itu, proyek diadakan lewat cara penunjukan langsung, tidak melalui lelang tender terbuka.
Pada kasus korupsi mobil listrik, Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama Dasep Ahmadi telah divonis tujuh tahun penjara. Bos perusahaan penggarap proyek itu dinyatakan merugikan keuangan negara hingga Rp17 miliar.