Cipinang Melayu Banjir karena Luapan Sungai Sunter

Filani Olyvia, CNN Indonesia | Senin, 20/02/2017 16:06 WIB
Cipinang Melayu Banjir karena Luapan Sungai Sunter Ilustrasi banjir di Jakarta. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir yang menerjang pemukiman di Cipinang Melayu, Jakarta Timur terjadi karena luapan air Sungai Sunter. Banjir juga diperparah karena tanggul jebol di Perumahan Villa Nusa Indah, Bekasi.

Sungai meluap karena proses normalisasi belum juga rampung di kawasan tersebut. Sementara debit air sungai meningkat karena hujan yang terus turun sejak kemarin.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan mengatakan, akibat banjir, sekitar 100 kepala keluarga harus mengungsi. Mereka saat ini menempati masjid Universitas Borobodur.
Sebagai langkah darurat, Pemprov telah mengerahkan petugas untuk membuat tanggul darurat berupa bronjong batu dan karung pasir. Meski tidak sepenuhnya menanggulangi banjir, upaya darurat ini bermanfaat untuk mengurangi debit air.


"Sama seperti yang kami lakukan saat Kali Krukut jebol. Termasuk penambalan dengan pasir-pasir karung. Paling tidak mengurangi debit air yang masuk," kata Teguh di Balai Kota, Senin (20/2)

Namun hujan yang terus turun hingga siang ini membuat penanggulangan darurat ini terhambat karena debit air sungai terus bertambah.
Teguh berharap hujan segera reda sehingga debit air berkurang dan proses pembuatan tanggul darurat bisa dilakukan.

Banjir melanda dua rukun warga (RW) di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, sejak kemarin siang. Air belum juga surut hingga hari ini. Menurut Teguh air masih setinggi 1 meter sehingga warga yang mengungsi belum bisa kembali.