Dua Anak Tewas Terseret Arus Sungai Saat Banjir

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Selasa, 21/02/2017 22:10 WIB
Dua Anak Tewas Terseret Arus Sungai Saat Banjir Ilustrasi anak-anak bermain saat banjir. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang anak usia 14 tahun, Ikmal, tewas tenggelam di Kali Mookerfart, Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (21/2), saat sedang bermain di pinggir sungai. Ikmal tinggal di pemukiman yang terdampak banjir. Hujan deras membuat permukaan air sungai bertambah tinggi.

Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat Abdul Holik mengatakan, Ikmal saat itu sedang bermain bersama ketiga teman sebayanya, yaitu Fadli (14), Iqbal (15) dan Rizal (12). Namun tak lama kemudian Ikmal terjatuh ke sungai.

"Dia sedang bermain dengan tiga temannya di pinggir kali saat itu. Terbawa arus sebenarnya tidak begitu jauh hanya 20 sampai 30 meter namun kondisinya dia tenggelam," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.



Jenasah Ikmal ditemukan oleh petugas penanganan bencana pemadam kebakaran, Polsek Metro Kalideres dan Satuan Petugas Pamong Praja Kecamatan Kalideres.

Menurut Abdul, permukaan air Kali Moderfert cukup tinggi. Akibat kondisi hujan dan banjir, ketinggian air diperkirakan lebih dari 5 meter. Meski demikian, arus air diketahui cukup tenang.

"Air cukup tinggi memang dan sedang ada gali pompa juga di rumah korban," tuturnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengimbau, supaya masyarakat lebih waspada terhadap situasi lingkungan di tengah kondisi banjir yang melanda saat ini.

"Jadi, masyarakat harus lebih waspada dengan keadaan saat ini, menjaga barang-barang yang ada saat rumahnya kebanjiran dan memperhatikan kondisi sekeliling," tuturnya.


Sementara di lokasi lain, Alfa Rizki Ramadani, seorang pelajar (15), ditemukan tewas tenggelam akibat terseret arus sungai saat sedang bermain bersama teman-temannya di Kelurahan Pejuang, Medansatria, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (21/2).

Kapolres Bekasi Kota Komisaris Besar Umar S Fana mengatakan, Alfa diketahui sedang berenang dengan dua rekannya. Dia ditemukan tewas tenggelam usai melompat dari jembatan.

"Warga dan timsar melakukan penyelaman di kali sekitar tempat kejadian perkara dan korban ditemukan dalam radius 50 meter dari jembatan tempat korban melompat," ujarnya.

Meski demikian, kata Umar, pihak keluarga menolak visum terhadap korban karena kejadian tersebut dianggap sebagai musibah.

"Orang tua korban membuat surat pernyataan penolakan untuk dilaksanakan otopsi kepada pihak Polsek Medansatria," tuturnya. (pmg/pmg)