Dedi mengatakan dia segera menghubungi Ketua RT 01/06 Kampung Sukamulya, Kelurahan Ciseureuh, alamat yang menjadi tempat tinggal Yayat sebelum ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror dan divonis Pengadilan Jakarta Barat tahun 2015.
Namun selama ini Yayat tidak tinggal di Purwakarta dan warga sekitar juga kurang mengenal Yayat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Agus mengatakan kalau Yayat ini kawannya waktu pelatihan di Aceh, tapi dia tidak tahu sekarang Yayat tinggal dimana," katanya.
Sementara itu mantan terpidana teroris Agus Marshal mengaku pernah berlatih militer di Aceh bersama Yayat.
"Dulu itu, Yayat pernah satu tim dengan saya, terlibat jaringan Aceh dalam sebuah pelatihan militer," katanya
Namun setelah penangkapan peserta pelatihan militer oleh Densus 88, Agus mengaku tak tahu keberadaan Yayat.
Agus sendiri setelah keluar penjara memilih kembali ke masyarakat dan hidup normal. Ia mengaku pernah mendapat tawaran kembali untuk melakukan aksi radikal namun ditolaknya.
"Sekarang sangat banyak pertimbangan untuk melakukan hal-hal seperti dahulu," kata Agus. (sur/yul)