Ryamizard Sebut Bela Negara Solusi untuk Demokrasi Kebablasan
Patricia Diah Ayu Saraswati | CNN Indonesia
Rabu, 01 Mar 2017 09:23 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut bela negara sebagai solusi untuk mengatasi persoalan demokrasi kebablasan di Indonesia yang sempat diutarakan oleh Presiden Joko Widodo.
"Dalam bela negara, masalah hukum, masalah pancasila, masalah reformasi, masalah demokrasi, disampaikan. Bagaimana demokrasi yang benar," kata Ryamizard saat meresmikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara di Rumpin, Bogor (28/2).
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu mengatakan, bela negara merupakan kesadaran untuk mengubah pemikiran warga negara sehingga bisa memiliki satu pemikiran yang sama untuk membela Indonesia.
"Bela negara itu sudah mencakup semua, nah karena tujuan bela negara itu kan baik, bagaimana bangsa ini menjadi baik, bagaimana bangsa mencintai bangsanya sendiri, negaranya sendiri," kata dia.
Selain itu, dalam bela negara juga diberikan pelatihan penanganan bencana. Ryamizard menyebut alumnus bela negara bisa ikut serta dalam upaya penanggulangan jika terjadi bencana.
Idealnya, lanjut Ryamizard, pelatihan bela negara dilakukan selama delapan hari, yang terbagi menjadi empat hari pemberian teori dan empat hari pelatihan di lapangan.
Prsiden Jokowi sebelumnya menyebut sistem demokrasi Indonesia akhir-akhir ini sudah melampaui batas. Pernyataan itu disampaikan karena belakangan ia kerap diminta tanggapan mengenai kondisi demokrasi di Indonesia.
Menurut Jokowi, bukti nyata bablasnya sistem demokrasi Indonesia adalah politisasi SARA yang marak terjadi beberapa bulan terakhir. Cacian, makian, dan hujatan kerap disampaikan sejumlah orang. (sur/gil)
"Dalam bela negara, masalah hukum, masalah pancasila, masalah reformasi, masalah demokrasi, disampaikan. Bagaimana demokrasi yang benar," kata Ryamizard saat meresmikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara di Rumpin, Bogor (28/2).
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu mengatakan, bela negara merupakan kesadaran untuk mengubah pemikiran warga negara sehingga bisa memiliki satu pemikiran yang sama untuk membela Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Idealnya, lanjut Ryamizard, pelatihan bela negara dilakukan selama delapan hari, yang terbagi menjadi empat hari pemberian teori dan empat hari pelatihan di lapangan.
Menurut Jokowi, bukti nyata bablasnya sistem demokrasi Indonesia adalah politisasi SARA yang marak terjadi beberapa bulan terakhir. Cacian, makian, dan hujatan kerap disampaikan sejumlah orang. (sur/gil)