Wiranto Minta Saran Singapura soal Badan Siber Nasional

Patricia Diah Ayu Saraswati, CNN Indonesia | Senin, 06/03/2017 23:55 WIB
Wiranto Minta Saran Singapura soal Badan Siber Nasional Usai bertemu Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean, Wiranto mengaku pernah ikuti acara yang diadakan The Cyber Security Agency of Singapore. Ia ingin mengambil pengalaman lembaga itu untuk kepentingan Indonesia. (Dok. Humas Kemenko Polhukam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta saran Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean terkait Badan Siber Nasional. Ia menilai, pengalaman Singapura mengelola terhadap lembaga sejenis dapat bermanfaat bagi Indonesia.

"Kami baru saja mendirikan badan siber nasional dan ini segera kami jalankan dan kebetulan Singapura sudah lebih dulu punya badan siber nasional. Karena itu kami merasa perlu kerjasama untuk menimba pengalaman," kata Wiranto di Jakarta, Senin (6/3).

Wiranto menuturkan, ia pernah menghadiri pertemuan perwakilan badan siber nasional Singapura yang bernomenklatur The Cyber Security Agency of Singapore. Ketika itu ia melihat secara langsung kinerja badan siber negara tersebut.
Sebelumnya, Wiranto menyebut pemerintah kemungkinan besar akan melekatkan tugas dan fungsi badan siber nasional ke Lembaga Sandi Negara. Menurutnya, langkah itu lebih efisien dibandingkan membentuk lembaga baru.


Wiranto mengatakan, pemerintah menargetkan wacana pendirian badan siber nasional dapat terealisasi pada 2017.
Wiranto Minta Saran Singapura soal Badan Siber NasionalMenko Polhukam Wiranto dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop bertemu untuk menindaklanjuti dialog antara Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Malcolm Turnbull dua pekan lalu. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)

Selain bertemu Teo Shee Hean, Senin ini Wiranto juga menjamu Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop di kantornya. Usai pertemuan, ia menyebut telah membahas kerja sama penanggulangan aksi teror dengan Bishop.

"Kami meningkatkan kerjasama anti-terorism, memotong jalur jalur logistik terorisme, dan juga menangani jihadis yang kembali dari Iraq dan Syria," ujarnya.

Wiranto mengatakan, ia dan Bishop juga sepakat membentuk kawasan damai dengan Australia. Artinya, seluruh persoalan yang muncul terkait hubungan bilateral Indonesia dan Australia akan diselesaikan secara dialogis.

"Saya kira kami bersama sama ingin membangun kawasan yang damai, kawasan yang menyelesaikan berbagai masalah dengan cara cara yang elegan, yang bertumpu pada hukum internasional, saya kira itu yang terpenting bagi kedua negara," tuturnya.
(abm/abm)