Hal itu disampaikan oleh Fery Widodo dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan Agusdin Pulungan dari Wahana Masyarakat Tani dan Nelayan Indonesia (Wamti). Fery menuturkan salah satu hal yang penting dalam kasus ini adalah soal transparansi.
“Transparansi distributor harus dimunculkan ke publik. Jalur distributornya harus jelas," ungkap Fery dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dalam keterangannya yang dikutip Jumat (24/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, KPK menemukan celah korupsi dalam program pupuk bersubsidi di tingkat perencanaan, penentuan harga pokok penjualan hingga penyaluran komoditas tersebut sepanjang 2014-2016.
Kajian itu menyatakan mekanisme penetapan HPP dapat membuka celah transaksional. Selama ini, HPP terbagi menjadi dua yakni HPP awal oleh Kementerian Pertanian dan HPP yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Pemerintah Daerah dan DPRD
Agusdin Pulungan dari Wamti menyatakan pihaknya meminta KPK untuk tak hanya memeriksa perusahaan pupuk, namun juga di tingkat pemerintahan maupun DPRD.
"Kami (Wamti) mendukung sepenuhnya KPK untuk memeriksa kasus ini," tutur Agusdin.
Dia juga menegaskan Wamti maupun organisasi petani lainnya siap membantu KPK untuk menelusuri kasus dugaan korupsi pada program subsidi tersebut.
Terkait dengan hal itu, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan pihaknya berkomitmen untuk mencegah korupsi dengan memiliki pedoman anti gratifikasi serta sistem pembocor rahasia.
Kepala Corporate Communication PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan perseroan juga telah melakukan sejumlah langkah di antaranya bekerja sama dengan KPK. Khusus pupuk bersubsidi, kata dia, pihaknya memberikan pewarnaan khusus antara pupuku bersubsidi dan non-bersubsidi.
“Urea bersubsidi, misalnya, kami beri warna merah muda untuk membedakan dengan urea non-subsidi, agar mudah diidentifikasi di lapangan sehingga tidak ada oknum yang berani menyelewengkan,” kata Wijaya dalam keterangan resminya.
Dia menuturkan kantung pupuk bersubsidi juga telah diseragamkan untuk memudahkan petani mengenali produk subsidi. Pengamanan lainnya adalah melalui pemberian bag code sehingga asal usul setiap karung pupuk bisa ditelusuri.