Jokowi Gratiskan Biaya Kirim Buku ke Daerah

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Selasa, 02/05/2017 17:13 WIB
Jokowi Gratiskan Biaya Kirim Buku ke Daerah Presiden Joko Widodo menemui dan mendengarkan masukan para pegiat literasi di Istana Negara. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada sejumlah menterinya untuk melancarkan pengiriman buku ke daerah-daerah. Biaya pengiriman buku pun akan digratiskan setiap bulan.

Jokowi menginstruksikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk mendistribusikan ribuan buku ke setiap taman baca masyarakat mulai Juni mendatang.

"Saya perintahkan setiap titik dikirim minimal 10 ribu buku. Nanti akan kami sambungkan. Sekali lagi ini bisa menggerakkan minat baca anak-anak," kata Jokowi di Istana Negara, Selasa (2/5).


Melalui sambungan telepon, Jokowi juga menginstruksikan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno untuk menggratiskan pengiriman buku melalui kantor pos. Menurutnya, ongkos pengiriman buku sangat tinggi dan dapat menyebabkan harga penjualan buku menjadi mahal.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pengiriman gratis hanya akan dilakukan satu hari di setiap bulan. Pengiriman gratis rencananya akan diterapkan mulai bulan depan.

"Ini masukan pegiat literasi agar kirim buku antarpustaka lebih gampang dan tidak terbebani biaya," tuturnya.

Instruksi Jokowi itu merespons keluhan para pegiat literasi. Sekitar satu jam, Jokowi mendengarkan cerita 37 pegiat literasi. Sambil makan siang bersama, ia menerima masukan terkait kendala di lapangan. Beberapa di antaranya soal pembagian buku yang belum merata dan tingginya biaya pengiriman buku ke daerah.

Jokowi kagum dengan upaya masyarakat dalam meningkatkan budaya baca anak terutama di daerah terpencil. Berbagai lapisan masyarakat, mulai dari polisi, pengemudi bemo, tukang jamu, penunggang kuda, hingga penjual burger memiliki cara tersendiri agar buku-buku itu sampai di tangan pembaca di daerah.
Secara terpisah, Muhadjir menuturkan, buku yang akan dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. Jenisnya mulai dari buku bacaan anak, remaja, dan dewasa, seperti buku masak. Buku yang dikirim juga sudah melewati proses seleksi di Kemdikbud.

"Total 158 judul yang siap didistribusikan di seluruh Indonesia. Satu titik ada beberapa pegiat. Kalau titik makin banyak, kami sediakan lebih banyak," ucap Muhadjir.
Presiden Joko WidodoPresiden Joko Widodo menemui dan mendengarkan masukan para pegiat literasi di Istana Negara. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Berbagai Cara Pegiat Literasi

Para pegiat literasi bercerita soal cara mereka mendistribusikan buku ke daerah-daerah. Sutino Hadi alias Kinong, misalnya. Usai membawa penumpang, ia mengubah bemonya menjadi perpustakaan berjalan dan berkeliling ke sekolah-sekolah.

Sementara, penjual jamu Kiswanti, turut menyediakan buku sambil menjajakan dagangannya.
Tak hanya para pegiat itu, Jokowi juga menceritakan kisahnya. Saat berkunjung ke daerah terpencil, ia selalu membawa buku-buku untuk dibagikan ke masyarakat, terutama anak-anak.

"Kalau saya ke desa atau kampung biasanya bagi-bagi buku. Tidak hanya buku tulis, tapi juga buku cerita dongeng rakyat," ucap Jokowi.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, bagasi mobil Jokowi memang dipenuhi buku-buku tulis dan buku bacaan. Beberapa kali, Jokowi terlihat mengunjungi toko buku di pusat perbelanjaan, mencari buku bacaan yang akan dibagikan saat berkunjung ke daerah.

Menurutnya, upaya itu memang diperlukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, terutama anak-anak di seluruh daerah. Buku pun dinilai sebagai sesuatu yang sangat penting bagi anak-anak di pedalaman.