Senyum Jokowi di Perpustakaan Motor Tambal Ban

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 03/05/2017 10:05 WIB
Senyum Jokowi di Perpustakaan Motor Tambal Ban Jokowi menaiki sepeda motor yang difungsikan jadi perpustakaan keliling.(CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak permintaan pegiat literasi yang didengar Presiden Joko Widodo kemarin. Mulai dari pembagian buku secara merata ke daerah, penghapusan biaya pengiriman buku, hingga menaiki motor tambal ban yang merangkap jadi perpustakaan keliling.

Usai berbincang dan makan siang bersama 37 pegiat literasi inspiratif, Jokowi menyempatkan diri keluar Istana dan melihat kendaraan-kendaraan unik yang digunakan pegiat sebagai perpustakaan keliling. Kendaraan-kendaraan yang dimodifikasi itu diparkir di halaman Istana, dari mulai dari angkot, bemo, pedati, hingga sepeda motor.

Hal menarik terjadi ketika Jokowi berbincang dengan Sugeng Haryono, pegiat literasi asal Lampung. Ia hadir di Istana Negara bersama motor Honda GL Max tahun 1986. Motor tua itu sehari-hari digunakan Sugeng untuk bekerja menjual jasa tambal ban dan dijadikannya perpustakaan keliling.
Jokowi awalnya melihat-lihat motor tersebut. Ia mengamati kedua sisi motor yang dilengkapi keranjang. Keranjang di sisi kanan diisi perkakas menambal ban. Sementara keranjang di sisi kiri membawa sejumlah buku.


Setelah berbincang banyak mengenai kendaraan itu, Sugeng pun memberanikan diri meminta Jokowi menaiki motornya.

"Pak permintaan saya langsung dari Lampung, boleh coba motornya," kata Sugeng.
Senyum Jokowi di Perpustakaan Motor Tambal Ban Jokowi meliha-lihat sepeda motor yang dijadikan perpustakaan keliling. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Awalnya permintaan itu ditanggapi tertawa oleh orang nomor satu di Indonesia itu. Namun, Jokowi akhirnya menuruti dan mencoba motor tersebut sambil tersenyum lebar. Ia juga sempat berfoto bersama Sugeng saat menaiki motor itu.

Beberapa saat setelah itu, Sugeng menceritakan hal yang mendorongnya membuat perpustakaan keliling. Hal itu bermula ketika ia tidak menemukan keberadaan perpustakaan di pedalaman Lampung.

"Idenya dari keprihatinan sendiri. Saya tanya pada orang kampung di mana perpustakaan. Terus dijawab 'perpustakaan itu apa?' Di situlah dari hati saya ide motor pustaka itu ada," ujarnya.
Ia mulai merealisasikan ide itu. Motor yang dipakai Sugeng bukan langsung dibelinya utuh, melainkan dirakit. Mesin dan Chasis dari Honda GL Max. Sementara tangki dan jok berasal dari Vespa. Sedangkan lampu depan berasal dari mobil Cherry.

"Biayanya sendiri dari hasil tambal ban sekitar Rp1,5 juta," kata Sugeng.

Setelah kendaraan jadi, ia pun mulai mengelilingi desa-desa di pelosok Lampung. Ia biasa menetap dua hari di satu desa sebelum berpindah ke daerah lainnya. Sekali jalan, ia biasanya membawa 100-120 buku.

Sugeng adalah salah salah satu pegiat literasi yang diundang Jokowi ke Istana dalam rangka Hari Pendidikan Nasional. Mereka berkeluh kesah pada Jokowi soal mahalnya harga buku hingga biaya pengiriman yang mahal.

Jokowi dalam kesempatan ini menjanjikan akan menggratiskan biaya pengiriman buku ke daerah hingga meminta buku disebarkan ke sejumlah daerah yang membutuhkan.