Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, sulit dipercaya jika kiriman bunga itu atas suruhan atau pesanan pihak tertentu.
Hal ini disampaikan Setyo guna menanggapi sebuah pesan yang tersebar melalui Whatsapp sejak Rabu (4/5) seiring dengan berdatangannya karangan bunga ke Mabes Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setyo mengaku tak mau ambil pusing pada pesan berantai tersebut yang belakangan ternyata informasi palsu atau hoax.
Setyo mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengirimkan karangan bunga ke Mabes Polri. Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Keamanan ini mengibaratkan karangan bunga ini seperti bahan bakar untuk kendaraan yang menambah semangat Polri untuk menjaga NKRI dan menolak aksi intoleran.
Sementara itu Brigjen Chryshnanda membantah mengajak masyarakat untuk mengirim pesan berantai soal karangan bunga itu. Direktur Keamanan dan Keselamatan Korps Lalu Lintas Polri ini juga merasa tidak pernah menyebarkan pesan itu.
"Itu hoax," kata Chryshnanda kepada CNNIndonesia.com, Kamis (4/5).
Lihat juga:Karangan Bunga Mulai 'Serbu' Istana |
Ratusan karangan bunga berbaris mulai dari gedung utama Mabes Polri, Museum Polri, kemudian mengelilingi kantor Divisi Humas Polri dan Wisma Bhayangkari yang berlokasi di Jalan Senjaya sejak Rabu lalu.
Beragam pesan disampaikan lewat karangan bunga yang mayoritas tidak diketahui siapa pengirimnya ini. Mulai dari ucapan terima kasih telah menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI hingga permintaan agar hakim memberikan vonis bebas terhadap terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, karangan bunga mulai berdatangan ke Mabes Polri sejak Sabtu pekan lalu. Papan bunga pertama kali diketahui terpajang di kantor Divisi Humas Polri. Hingga siang hari ini, pengiriman karangan bunga terus berdatangan ke Mabes Polri.