Anas mengatakan pihaknya akan meningkatkan pengawasan agar peristiwa tersebut tak berulang. “Saya yakin orangtua khawatir, tapi tidak perlu cemas,” tuturnya di Semarang, seperti dikutip Kantor Berita Antara, sabtu (20/5) malam.
Anas meminta maaf kepada orangtua Adam. Dia mengatakan siap bertanggung jawab atas kejadian itu dan siap menanggung segala konsekuensinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seharusnya kegiatan itu berguna untuk meningkatkan kebersamaan. Namun, pada akhirnya terjadi tindakan yang seharusnya tak boleh dilakukan.
“Mekanismenya tetap melalui sidang dewan akademik. Kami hadirkan rekan dewan kehormatan baik dari Propam, Lemdiklat, Itwasum, dan SDM. Dengan kejadian ini akan diputuskan keluar atau tidak, juga kita minta saran hukum dari Div Propam Polri,” kata Anas.
Peristiwa ini juga menyeret pengasuh di akademi itu. Kepala Biro Provos Div Propam Polri, Brigjen Rudolf Albert mengawtakan setidaknya ada tiga pengasuh yang ikut diperiksa oleh provos.
“Sedang periksa semua, baik pelaku, saksi, termasuk pengawas dan pengasuh yang sedang bertugas. Kami lihat tingkat kesalahannya, apakah dikenakan kode etik atau disiplin,” kata Rudolf di Mapolda Jawa Tengah, Semarang, seperti dikutip Detik.com.