"Jadi, kalau ada tunjukkan pada kita, tunjukkan pada saya, saya akan gebuk detik itu juga," kata Jokowi saat berbicara di acara Kajian Ramadan 1438 Hijriah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Malang Dome, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (3/6).
Jokowi mengungkapkan banyak beredar isu yang menyebut saat ini PKI bangkit. "Pertanyaannya di mana. Di mana, karena jelas, sudah jelas, di konstitusi kita jelas, Tap MPR bahwa PKI, komunis dilarang di negara kita Indonesia," tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi menjelaskan bahwa saat PKI dibubarkan dirinya masih berumur tiga tahun.
Jokowi menegaskan, pada era keterbukaan seperti saat ini, informasi apapun tidak bisa disembunyikan.
"Mengecek kan gampang sekarang. Muhammadiyah punya, di Solo juga ada. Dicek saja, orang tua kita tinggal di mana, di kampung mana. Di desa mana. Kakek nenek kita siapa saja bisa dicek. Sangat mudah pada era keterbukaan sekarang ini," kata Jokowi.
Jokowi mengaku sebenarnya malas menanggapi isu kebangkitan PKI tersebut. "Tapi, karena sekarang ada kesempatan saya ngomonglah. Karena ini forum besar," katanya.
Kata gebuk, sudah beberapa kali digunakan oleh Jokowi. Saat berkunjung di Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5), Jokowi mengungkapkan kata yang sama.
"Ya kita gebuk, kita tendang. Sudah jelas itu. Jangan ditanya-tanyakan lagi, payung hukumnya sudah jelas," ujarnya.
Pada Rabu (17/5), Jokowi juga mengatakan hal serupa saat berbicara di hadapan para pemimpin redaksi media nasional.
Istilah gebuk, diakui Jokowi digunakannya untuk menunjukkan ketegasan dirinya pada kelompok penentang Pancasila dan UUD 1945. Menurutnya, istilah jewer dapat dinilai sebagai ketidaktegasan pemerintah.
Lihat juga:Makna di Balik Frasa 'Gebuk PKI' Jokowi |