Siti yang menjadi terdakwa dalam kasus korupsi Alkes, mengungkapkan hal itu saat membacakan pembelaan atau pledoinya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (7/6).
Dalam pledoi yang dibacakannya, Siti mengaku sebagai bagian dari Muhammadiyah, karena sang ayah merupakan tokoh Muhammadiyah di Jawa Tengah. Tapi, dia menyatakan tak begitu aktif di organisasi Islam tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menjabat sebagai Menkes atas pilihan bapak SBY langsung dan dalam waktu yang hanya dua jam," tandasnya.
Diduga penunjukan Indofarma terkait dengan dana yang dikucurkan kepada petinggi PAN.
"Dakwaan JPU bahwa Menkes memerintahkan secara lisan untuk memenangkan PT Indofarma atau membantu PAN tidak terbukti sama sekali," kata Siti.
Menurut Siti, banyak fakta persidangan yang tidak diungkap oleh jaksa penuntut umum KPK, bahkan sengaja dihilangkan. Dia menegaskan bahwa dirinya tak mengarahkan jajarannya untuk menunjuk PT Indofarma.
Siti menyatakan, inti dakwaan yang dibuat jaksa KPK adalah Menteri Kesehatan mempunyai niat untuk mencari keuntungan finansial untuk diri sendiri atau orang lain dengan membuat surat rekomendasi abal-abal.
"Saya hanya ingin mengungkapkan bahwa kasus ini kezaliman yang sistematis," tuturnya.
Dalam kasus ini, Siti dituntut enam tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Tak hanya itu, Siti juga dituntut kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp1,9 miliar subsider satu tahun kurungan.