Acara ini digelar di atas Kapal Motor KM Nggapulu yang berlayar dari Tanjung Priok, Jakarta menuju Tanjung Perak, Surabaya. Acara digelar sepekan dari mulai 5 Juni hingga 9 Juni 2017. Pesertanya sekitar 50 orang anak-anak.
Menurut Manager Humas dan CSR PT PELNI, Sujadi, peserta belajar ilmu agama di atas dek kapal dan menginap di ruangan yang disediakan di atas kapal. Pesantren bahari merupakan salah satu kegiatan mempelajari dan mendalami Agama Islam sambil berlayar, di laut Nusantara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sujadi, selain belajar ilmu agama, peserta juga akan diperkenalkan dengan dunia pelayaran. Mereka akan diajak berkeliling kapal dan dikenalkan dengan seluruh anak buah kapal.
Salah satu peserta Andita mengaku cukup senang dengan kegiatan ini. Remaja 16 tahun ini mengaku baru kali ini naik kapal laut. Apalagi di atasnya ia sambil belajar ilmu agama.
"Kalau biasanya belajar mengaji di masjid atau di sekolah, sekarang punya kesempatan dapat pengalaman baru untuk belajar mengaji di atas kapal besar yang berlayar di laut," kata Andita.
Melakukan perjalanan sambil belajar dan menambah wawasan di bidang ilmu agama tentunya menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagi Andita. Apalagi, pengalaman menaiki kapal laut itu bisa dikatakan kali pertama juga untuk dirinya.