Lanskap Merbabu, Tol Salatiga Tawarkan Pemandangan ala Swiss

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Jumat, 16/06/2017 15:08 WIB
Lanskap Merbabu, Tol Salatiga Tawarkan Pemandangan ala Swiss Gerbang Tol Salatiga disebut punya pemandangan indah seperti di Swiss. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Salatiga, CNN Indonesia -- Gerbang Tol Salatiga di Kecamatan Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah disebut punya panorama indah. Dengan latar belakang Gunung Merbabu, pemandangan yang ditawarkan disebut mirip pemandangan di Swiss.

Pemandangan cantik ini bisa dinikmati pengguna tol yang  dari arah Bawen menuju Semarang. 

Sejumlah pejabat seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono mengaku kagum dengan panorama yang melatarbelakangi Gerbang Tol Salatiga.


Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa yang mengibaratkan panorama gerbang tol ini seperti di Swiss.
"Tol fungsional Salatiga gate-nya tidak kalah dengan di Swiss. Dengan pemandangan Gunung Merbabu," kata Royke, Kamis (15/6) saat meninjau kesiapan gerbang tol tersebut.

Namun, untuk melihat panorama ala Swiss ini, masyarakat disarankan tiba Gerbang Tol Salatiga pada pagi hari, sekitar pukul 7.00 hingga 8.00 WIB. Sebab, awan mulai menutupi pemandangan Gunung Merbabu di atas pukul 10.00 WIB.

Keindahan alam ternyata tak hanya berada di penghujung jalan tol. Sepanjang perjalanan dari Bawen, pemandangan  perbukitan terhampar di sisi kiri dan kanan jalan tol. Pemandangan ini hadir lantaran ruas tol Bawen-Salatiga dibangun dengan membelah Bukit Polosiri.

Bawen-Salatiga merupakan ruas tol fungsional sepanjang 17,5 kilometer yang akan mulai beroperasi secara fungsional, Senin (19/6) mendatang. Ruas tol ini merupakan bagian dari proyek tol Transjawa yang akan dioperasikan pemerintah secara fungsional pada arus mudik tahun ini.
Royke mengatakan, pengoperasian secara fungsional ini dilakukan untuk memperlancar arus mudik yang melalui Salatiga. Saat ini, pengelola tol, PT Trans Marga Jateng (TMJ),  tengah melakukan penyelesaian tahap akhir berupa pemasangan fasilitas penerangan dan rambu lalu lintas.

Berbeda dengan jalan tol fungsional lainnya, proses pembangunan Bawen-Salatiga ini hampir mendekati sempurna. Tekstur jalan yang didominasi dari beton memberikan kenyamanan bagi pemudik saat melintasi ruas tol ini sambil menikmati pemandangan alam yang terhampar di sisi kiri dan kanan.
Lanskap Merbabu, Tol Salatiga Tawarkan Pemandangan ala SwissLatar belakang Gunung Merbabu di Gerbang Tol Salatiga. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
"Ini masih operasional dan uji coba. Di sini juga ada rest area yang luasnya sekitar dua hektare bisa memuat 150 mobil golongan satu," kata jenderal polisi bintang dua itu.

Masyarakat hanya diizinkan untuk mengabadikan berbagai keindahan alam di ruas tol ini dari dalam kendaraannya. Masyarakat dilarang berhenti di jalan tol ini untuk sekadar swafoto atau foto bersama keluarganya.

Empat Gerbang Tol

Terpisah, Direktur Teknik dan Operasi Trans Marga Jateng, Ali Zainal Abidin mengatakan, pihaknya hanya akan membuka empat dari delapan gerbang tol Salatiga pada arus mudik lebaran tahun ini. Menurutnya, jalur satu arah akan diberlakukan pada gerbang tol ini.

"Ada delapan gerbang. Empat masuk dan empat keluar. Tapi untuk mudik hanya dibuka empat gerbang arah Solo," katanya.

Terkait status jalan tol yang masih beroperasi secara fungsional, Ali menjelaskan, hal itu disebabkan ruas tol Bawen-Salatiga masih menunggu hasil uji kelayakan. Dia memperkirakan, hasil tersebut baru dikeluarkan pada Juli 2017 mendatang atau setelah lebaran.

"Rambu semua sudah terpasang dan jalanan suda teraspal semua. Tapi kan tol itu harus uji kelayakan dan tentukan tarif. Mudah-mudahan bulan Juli sehabis lebaran sudah operasi penuh," kata Ali.