Dua Menteri Jokowi Jadi Petugas Keamanan Dadakan di Wonosobo

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Sabtu, 17/06/2017 14:08 WIB
Dua Menteri Jokowi Jadi Petugas Keamanan Dadakan di Wonosobo Jokowi diserbu massa saat meninjau pembagian sembako di Wonosobo, menyebabkan menteri-menterinya harus menjadi petugas keamanan dadakan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Wonosobo, CNN Indonesia -- Dua menteri Kabinet Kerja menjadi petugas keamanan dadakan di acara pembagian sembako di lapangan Kecamatan Kapencar, Wonosobo, Jawa Tengah yang ditinjau Presiden Joko Widodo.

Kehadiran Jokowi di lapangan menarik perhatian masyarakat sekitar, termasuk yang sedang mengantre sembako. Seakan tak ingin kehilangan kesempatan melihat langsung bahkan bersalaman dan menerima suvenir dari Presiden, Jokowi pun menjadi target ‘empuk.’

Warga setempat berbondong-bondong mendekati orang nomor satu di Indonesia itu. Pagar betis aparat setempat pun jebol. Para penjaga terlihat kewalahan mengatur ibu-ibu, pemuda dan anak-anak di sana. Pembagi sembako pun ikut meninggalkan konter dan mendekati Presiden.
Berulang kali masyarakat diminta kembali ke tempat pembagian sembako. Namun permintaan itu diabaikan. Masyarakat tetap meninggalkan tenda pembagian sembako dan berlari ke lapangan mendekati mantan Wali Kota Solo itu.


Kepadatan masyarakat di lapangan mengakibatkan mobil rombongan kepresidenan kesulitan keluar dan meninggalkan lapangan. Tapi anggota rombongan tidak kurang akal.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang berada di luar pun akhirnya membantu mengatur masyarakat agar tak menghalangi mobil rombongan. Sambil mengenakan batik dan topi, ia meminta petugas merapikan barisan.
Langkah serupa dilakukan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Ia meminta masyarakat yang berada di luar pagar betis untuk kembali. Aparat yang dibantu GP Ansor ini diminta merapatkan pagar betis supaya rombongan dapat melanjutkan perjalanan ke Temanggung.