KPK Segel Ruang Kerja Gubernur Bengkulu

Feri Agus Setyawan , CNN Indonesia | Selasa, 20/06/2017 22:13 WIB
KPK Segel Ruang Kerja Gubernur Bengkulu
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menyegel ruang kerja Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti berkaitan operasi tangkap tangan (OTT) siang tadi. 

Selain itu, lembaga antirasuah juga menyegel ruangan di rumah pribadi Ridwan, serta beberapa lokasi lain yang diduga berkaitan dengan pengungkapan kasus ini. 

"Sebagai kelanjutan dari proses OTT, tim KPK melakukan penyegelan di beberapa tempat," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/6).

Febri mengungkapkan, penyegelan yang dilakukan pihaknya itu dalam rangka pengamanan barang bukti. Namun, dia tak merinci lebih lanjut mengenai barang bukti yang disita dan di mana saja lokasi lain yang disegel. 

"Penyegelan untuk pengamanan barang bukti. Rincinya di mana saja yang disegel akan disampaikan secara resmi," tuturnya. 
Ridwan dan istrinya Lily Madari, serta tiga orang lainnya sudah tiba di markas antirasuah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ketiga orang lainnya adalah Bos PT RDS, Rico Dian Sari alias Rico Can; Bos PT Statika Joni Wijaya alias Joni Statika, serta Staf di Pemprov Bengkulu.

KPK memiliki waktu paling lama 1x24 jam sebelum menentukan status hukum orang-orang yang diamankan ini.

Selain membawa kelima orang tersebut, Tim Satgas KPK juga mengamankan barang bukti berupa sejumlah uang dalam pecahan rupiah yang disimpan di dalam kardus. Uang itu yang diduga pemberian dari pihak swasta kepada Ridwan. 

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti terkait dengan dugaan korupsi proyek jalan di provinsi itu.

“Itu sepertinya peningkatan jalan, suap mungkin,” kata dia di sela-sela acara buka bersama di PTIK, Jakarta.
Ridwan dan istrinya diduga menerima uang terkait dengan proyek jalan yang ada di Bengkulu.

Febri Diansyah sebelumnya juga tak menampik bila uang tersebut berkaitan dengan proyek jalan yang tengah digarap PT RDS. Namun, kata Febri, pihaknya perlu memastikan terlebih dahulu proyek yang berkaitan dengan OTT kali ini.

"Terkait salah satu proyek di Bengkulu, tapi kita belum bisa sebutkan terkait proyek apa," kata Febri.

Diketahui, PT RDS pada tahun lalu mengerjakan sejumlah proyek jalan di wilayah Bengkulu. Salah satu proyek yang dikerjakan di Kabupaten Seluma, dengan nilai anggaran mencapai Rp8 miliar.

KPK baru akan menyampaikan pernyataan resmi terkait tangkap tangan di Bengkulu itu besok.