Di hari ulang tahunnya, penyidik senior KPK yang kini tengah menjalani penyembuhan matanya akibat siraman air keras di Singapura itu, mendapat ‘kado’ dari sejumlah pewarta yang sehari-hari meliput di lembaga antirasuah itu.
‘Kado’ itu berupa aksi teatrikal yang digelar wartawan di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Aksi itu bertujuan untuk mengingatkan masyarakat, terutama aparat penegak hukum tentang teror yang menimpa Novel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada satu orang berperan sebagai Novel, lengkap dengan pakaian untuk beribadah. Sementara, dua orang menjadi orang yang diduga pelaku penyerangan.
Novel saat akan dipindahkan ke rumah sakit di Singapura untuk menjalani perawatan intensif. (CNN Indonesia/Filani Olyvia) |
Teror terhadap Novel ini menjadi pengingat, bahwa serangan-serangan ini bisa mengancam siapa pun, termasuk wartawan, yang juga menulis permasalahan korupsi dalam peliputannya.
"Ini bukan soal Novel saja. Tapi teror-teror semacam ini bisa mengancam siapa saja, termasuk kita (wartawan)," kata seorang perwakilan jurnalis Sabir Laluhu di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/6).
Novel dianggap sebagai penyidik yang memiliki keberanian dan berintegritas. Dia kerap membongkar sejumlah kasus korupsi besar yang melibatkan pejabat-pejabat di tanah air. Mulai dari kepala daerah, anggota DPR, hingga petinggi Polri. Tak jarang aksi-aksi Novel itu berbuah teror.
Novel, dalam wawancaranya dengan Majalah TIME beberapa hari lalu menduga ada keterlibatan petinggi Polri dalam kasus itu. Karena itulah hingga saat ini pengusutan kasusnya masih gelap. Meskipun, polisi berjanji untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku penyerangan.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun sudah menemui pimpinan KPK untuk membicarakan soal penyelidikan kasus penyerangan Novel. Dia menyebut, lembaganya merasa tak nyaman dengan pengakuan Novel soal adanya perwira di balik kasusnya.
Tito berjanji, Polri akan menuntaskan pengusutan kasus ini secepatnya.
"Kami sangat terbuka kepada teman-teman KPK untuk sama-sama mempelajari. Sehingga apa pun masukan dari Polri bisa dianalisis bersama atau analisis terpisah tapi setelah itu dibagikan," ujar Tito.
Novel saat akan dipindahkan ke rumah sakit di Singapura untuk menjalani perawatan intensif. (CNN Indonesia/Filani Olyvia)