Belum diketahui motif penyerangan oleh sekelompok pemuda bermotor tersebut. Diperkirakan jumlah gerombolan itu adalah 15 orang.
Selain menyerang kelompok pemuda itu, pelaku yang dilaporkan membawa senjata tajam seperti yang biasa dipakai kesatria Jepang jaman dulu, Samurai, itu juga merusakkan beberapa warung di dekat toko waralaba tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, sebuah mobil yang kebetulan diparkir di lokasi kejadian juga rusak akibat pelemparan batu oleh pelaku.
"Mereka merusak rumah makan dan sebuah mobil," ujar Argo.
Setelah mendapat informasi, lanjut Argo polisi setempat langsung mengejar pelaku. Argo mengatakan, sejumlah pelaku telah ditangkap dan diumumkan resmi, Kamis (6/7).
Tindakan Responsif Kepolisian dan Ormas
Serangkaian peristiwa kekerasan oleh geng motor pernah menghantui wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Februari hingga Juni silam. Kala itu, salah satu yang menjadi viral adalah serangan sekelompok pemuda geng motor terhadap pengendara yang melintas di tengah jalan kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Tak hanya dari aparat negara saja, organisasi masyarakata (ormas) pun ikut-ikutan melakukan patroli untuk men-sweeping geng motor. Namun, salah satu aksi ormas tersebut di Depok dihentikan tim Jaguar dari Kepolisian setempat.
Massa ormas yang membawa alat bela diri termasuk bambu dan tongkat sepanjang 1-2 meter itu diperinthkan berhenti melakukan kegiatan dan dibubarkan oleh tim Jaguar.