"Kemudian, setelah dirasa sepi dan aman pada tanggal 3 Juli 2017 sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku memasang sendiri bendera ISIS," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto melalui keterangan tertulis, Minggu (9/7).
Pelaku juga meletakkan surat ancaman yang sebelumnya sudah dibuat sejak berangkat dari rumah. Dalam melakukan aksinya, pelaku terinspirasi salah satu pentolan ISIS di Indonesia Aman Abdurrahman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia menjelaskan, pelaku pemasangan bendera ISIS bertujuan memberi peringatan kepada seluruh aparat mengenai haramnya hukum demokrasi.
Sebuah bendera berwarna hitam bertuliskan huruf Arab, identik dengan milik ISIS terpasang di depan kantor Polisi Sektor Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (4/7). Bendera itu diduga dipasang oleh seorang pengendara motor.
Rikwanto menyebutkan, pelaku mendapatkan pemahaman radikal sejak 2015 lalu lewat grup Telegram bernama Manjanik, Gruroba, UKK, dan Khilafah Islamiyah. Pelaku sendiri berbaiat pada ISIS sejak pertengahan 2017.
"Setelah baiat, kemudian pelaku menyiapkan fisik dengan lari, sit up, push up, dan back up di rumahnya," imbuhnya.