Polda Periksa Sandiaga Kasus Penggelapan Tanah Hari Ini

Marselinus Gual, CNN Indonesia | Selasa, 11/07/2017 20:31 WIB
Polda Periksa Sandiaga Kasus Penggelapan Tanah Hari Ini Sandiaga mengatakan kehadirannya ke Polda Metro Jaya untuk memenuhi undangan yang tertunda sebagai saksi.(CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno mendatangi Polda Metro Jaya untuk diperiksa dalam kasus dugaan penggelapan tanah di Curug, Banten tahun 2012.

Namun demikian, kehadiran Sandiaga siang tadi tidak dipantau media. Melalui siaran pers, Sandiaga mengatakan kehadirannya ke Polda Metro Jaya untuk memenuhi undangan yang tertunda sebagai saksi.

Polisi sendiri tidak mengirimkan surat undangan kepada Sandiaga setelah mangkir dari pemeriksaan beberapa waktu lalu. "Saya mendatangi polda atas inisiatif sendiri," kata Sandi dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Jakarta, Selasa (11/7).
Sandiaga mengatakan hari ini ia sempat dimintai keterangan oleh Divisi Kriminal Umum Polda Metro Jaya berkaitan dengan proses jual beli saham yang terjadi 16 tahun lalu, senilai 100 juta rupiah.


Mendukung Kinerja Kepolisian

Menurut Sandi, sebagai warga negara, dia mendukung proses hukum. Dia menyebut, sebelum datang undangan berikutnya, pasangan Anies Baswedan tersebut, berinisiatif mendatangi Polda Metro.

"Sebagai warga negara, saya akan terus mendukung kinerja kepolisian, dalam menghadirkan kepastian hukum yang diperlukan dunia usaha demi penciptaan lapangan kerja dan iklim usaha yang kondusif," katanya.

Selasa (20/6) lalu, Sandiaga dijadwalkan menjalani pemeriksaan kemarin di Polda Metro Jaya sebagai saksi.

Namun ia tidak dapat hadir dan meminta penundaan pemeriksaan. Sandi pun meminta agar pemeriksaan dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono sebelumnya mengatakan pihaknya tetap melanjutkan pengusutan dugaan penggelapan aset berupa tanah di Kabupaten Tangerang tahun 2012 itu.

Dia menyebut Sandiaga tak akan diistimewakan meski berstatus sebagai pejabat. Dalam kasus ini, Sandi dilaporkan Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings Edward Soeryadjaya.

Menurut Edward, Sandi menggelapkan uang senilai Rp12 miliar hasil penjualan tanah seluas satu hektare milik PT Japirex di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten.