BNN: 50 Persen Peredaran Narkoba Dikendalikan dari Penjara

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Kamis, 13/07/2017 16:03 WIB
BNN: 50 Persen Peredaran Narkoba Dikendalikan dari Penjara BNN terus berupaya mengatasi kendali peredaran narkoba lewat Lembaga Pemasyarakatan. (Antara Foto/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengatakan sebesar 50 persen dari seluruh praktik peredaran narkoba yang ada di Indonesia dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan.

"Ini tidak bisa dibantah, walau pun banyak orang bilang membantah bahwa BNN mengada-ada dan mencari-cari," tutur Buwas, panggilan akrab Budi Waseso, seusai menghadiri acara Hari Anti Narkotika Internasionla 2017 di Jakarta, Kamis (13/7).

Buwas menjelaskan, dalam beberapa kasus ada beberapa petugas lapas yang ikut bermain dalam peredaran narkoba.
Petugas tersebut, lanjut Buwas, justru menjaga CCTV untuk mengawasi petugas lain yang tidak ikut bermain.


"Bukan petugas yang mengawasi pelaku, malah pelaku yang mengawasi petugas," tuturnya.

Terlebih, kata Buwas, pihak BNN sempat menemukan barang-barang mewah di kamar yang ditempati bandar. Misalnya berupa tempa tidur sendiri, ada kamar sendiri, serta barang telepon seluler terkini untuk menunjang bisnis narkoba dari dalam lapas.

"Apakah ini akan dibantah lagi? Ini adalah hari keprihatinan kita," ujar Buwas.
Buwas mengatakan butuh komitmen dan tekad yang kuat untuk memutus rantai peredaran narkoba yang dilakukan dari dalam lapas.

Menurutnya, petugas-petugas yang ditempatkan di lapas harus saling terbuka dan sama-sama memiliki komitmen yang sama, yakni memberantas peredaran narkoba.

Buwas mengaku tidak akan tebang pilih dalam menindak oknum-oknum pengendali peredaran narkoba, termasuk petugas lapas.

Menurutnya, petugas lapas yang berkolaborasi dengan bandar narkoba sama saja dengan pengkhianat negara, sehingga perlu ditindak tegas."

"Itu yang harus kita habiskan," kata Buwas.

Peringatan HANI

Dalam acara memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017 Budi Waseso menyatakan komitmennya untuk menjauhkan narkoba dari anak-anak dan generasi muda dengan melakukan pencegahan dan perlindungan secara global, regional, maupun nasional.

Dalam rangka menjauhi anak-anak dan remaja dari penyalahgunaan narkotika, Buwas mengaku telah menjalankan dua misi.

Buwas menjelaskan, BNN telah menjalankan Strategy Demand Production, yaitu dengan tindakan preventif guna memberikan kekebalan kepada masyarakat agar tidak terjerumus kepada penyalahgunaan narkotika.

Buwas juga mengatakan BNN telah menjalankan Supply Reduction, yakni dengan menegakkan hukum yang tegas dan terukur agar sindikat narkotika jera.

Buwas lalu mengungkapkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan BNN bersama Universitas Indonesia pada 2016 lalu, angka prevalensi penggunaan narkoba pada pelajar dan mahasiswa mencapai 1,9 persen

"Atau bahasa lain, 2 dari 100 orang pelajar dan mahasiswa menyalahgunakan narkoba," lanjut Buwas.
Petugas keamanan terus melakukan operasi untuk mencegah peredaran narkoba di kalangan anak muda.Foto: AFP PHOTO / RICARDO
Petugas keamanan terus melakukan operasi untuk mencegah peredaran narkoba di kalangan anak muda.
Menurutnya itu perlu dilakukan, mengingat Indonesia sendiri telah menjadi pasar narkotika terbesar di Asia.

"Melalui momentum puncak peringatan HANI 2017, diharapkan dapat memperkuat aksi dan kerja sama di semua tingkatan untuk membangun kesadaran nasional agar hidup sehat dan bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia," kata Buwas.