Jokowi Yakin UU Pemilu Tingkatkan Kualitas Demokrasi
CNN Indonesia
Sabtu, 22 Jul 2017 09:45 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyambut baik pengesahan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu).
Menurutnya, UU Pemilu akan meningkatkan kualitas pesta demokrasi di Indonesia.
"Kami sangat menghormati yang diputuskan DPR sampai tengah malam tadi. Pemerintah percaya sistem demokrasi berjalan baik," ujar Jokowi di Hotel Mercure, Jumat (21/7).
Rapat paripurna DPR kemarin mengesahkan opsi A untuk UU Pemilu. Ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden tak ada perubahan yakni 20/25 persen. Hal ini sesuai dengan keinginan pemerintah.
Ambang batas parlemen empat persen, Pemilu bersistem terbuka, alokasi kursi per dapil 3-10, dan metode konvensi suara sainte lague murni.
Opsi ini disetujui enam partai pendukung pemerintah yakni PDIP, Golkar, PKB, PPP, Nasdem, dan Hanura. Sementara itu, PKS, Gerindra, Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN) memilih walk out.
Namun, Jokowi enggan ambil pusing dengan sikap PAN dan partai nonpemerintah.
Ia mengatakan, Indonesia merupakan negara hukum sehingga semua orang memiliki hak yang sama di hadapan hukum.
"Kalau ada yang tidak puas ingin menempuh jalur MK ya dipersilakan. Memang itu ada mekanismenya," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Menurutnya, UU Pemilu akan meningkatkan kualitas pesta demokrasi di Indonesia.
"Kami sangat menghormati yang diputuskan DPR sampai tengah malam tadi. Pemerintah percaya sistem demokrasi berjalan baik," ujar Jokowi di Hotel Mercure, Jumat (21/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opsi ini disetujui enam partai pendukung pemerintah yakni PDIP, Golkar, PKB, PPP, Nasdem, dan Hanura. Sementara itu, PKS, Gerindra, Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN) memilih walk out.
"Kalau ada yang tidak puas ingin menempuh jalur MK ya dipersilakan. Memang itu ada mekanismenya," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.