Mensos Imbau Keluarga Awasi Anak dari Perundungan di Medsos

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Sabtu, 22/07/2017 05:28 WIB
Mensos Imbau Keluarga Awasi Anak dari Perundungan di Medsos Mensos Khofifah Indarparawansa mengimbau keluarga dan guru awasi aktivitas anak di media sosial untuk menghindari perundungan. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta keluarga bisa melakukan antisipasi jika ada perubahan sikap anak-anak yang tidak biasa dan terjadi dalam waktu singkat. Perubahan sikap berpotensi terjadi akibat adanya perundungan (bullying) yang diderita anak.

Menurut Khofifah, banyak anak yang menderita perundungan melalui sosial media. Hal tersebut sulit diantisipasi, mengingat tidak semua orang tua tahu aktivitas anaknya di dunia maya.

"Ada salah satu survei yang menyebut sekitar 84 persen anak-anak di Indonesia umur 12-17 tahun mengalami bullying. Dampaknya bisa depresi, psikosomatik, bahkan ada yang bully suicide," kata Khofifah di kawasan Ancol, Jakarta, Jumat (21/7).

Anak yang mengalami perundungan disebut bisa berubah sikapnya seperti menjadi pendiam, minder, dan introvert. Namun, hal itu bisa diatasi jika komunikasi antara keluarga dengan sang anak terjalin baik.


Selain keluarga, sekolah juga dipandang harus menghadirkan suasana aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak. Jika perasaan-perasaan itu tidak bisa dihadirkan, koreksi harus dilakukan staf pengajar maupun pengurus sekolah.

"Misalnya satu guru itu bertanggungjawab atas 10-13 murid, jadi secara personal mereka akan tahu adanya perubahan sikap dan perilaku yang tidak seperti biasanya. Ini harus seiring dengan sertifikasi guru yang akan datang, itu harus dilihat, dikaitkan dengan pakta integritas," ujarnya.

Isu perundungan kembali menjadi perhatian pasca kejadian bullying terhadap SB di Thamrin City, lantai 3A, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/7) lalu sekitar pukul 13.00 WIB.

Penyebab awal peristiwa itu diduga karena SB terlibat cekcok mulut dengan salah seorang pelaku.

Setelah cekcok mulut, hari selanjutnya SB diadang di dekat sekolahnya dan diminta untuk pergi ke Thamrin City. Saat tiba di lokasi, sudah banyak teman-teman pelaku yang menunggu.

Dalam video yang beredar, dua orang pelaku yang dominan menganiaya korban mengenakan seragam SMP. Keduanya menganiaya korban hingga tersungkur ke lantai.

Usai peristiwa itu, sekitar pukul 23.30 WIB pada hari yang sama korban langsung melapor ke Polsek Metro Tanah Abang. Polisi telah memeriksa korban serta melakukan olah TKP pada akhir pekan lalu.