Kebakaran Hutan dan Lahan, Kabut Asap Selimuti Meulaboh

Suriyanto, CNN Indonesia | Senin, 24/07/2017 08:44 WIB
Kebakaran Hutan dan Lahan, Kabut Asap Selimuti Meulaboh Ilustrasi kabut asap. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabut asap menyelimuti Kota Meulaboh, Aceh Barat akibat kebakaran hutan dan lahan. Tercatat ada 60 hektare lahan terbakar.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, api berasal dari lahan yang dibakar warga untuk membuka perkebunan. Api mudah menyebar lantaran sudah datangnya musim kemarau.

"Hingga kemarin telah 60 hektare lebih lahan yang terbakar," ujar Kepala BPBA Yusmadi, di Banda Aceh, Senin (24/7) seperti dilansir dari Antara.


Titik api terlihat mulai dari pinggir jalan lintas nasional di kawasan pesisir pantai barat hingga kawasan hutan.
Yusmadi mengatakan, di Aceh Barat masih ada warga yang secara tradisional membakar lahan untuk dijadikan lahan pertanian. Daun dan ranting yang kering dibakar warga agar lahan bersih dan bisa ditanami. Namun api tak pada begitu saja namun dengan cepay merembet ke hutan musim kering.

"Ini ulah masyarakat, bukan koorporasi,”ujarnya.

Untuk memadamkan api, helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan didatangkan. Namun hal hal tersebut belum bisa dipastikan karena helikopter yang didatangkan dari wilayah terdekat, Riau, masih disiagakan untuk bencana kebakaran hutan yang juga kerap melanda wilayah tersebut.

Pemerintah Provinsi Riau telah memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan hingga November 2017, setelah berakhir pada 30 April tahun ini.

Yusmadi mengaku telah menginformasikan ke BNPB bahwa titik api di wilayah Aceh terus bertambah. Upaya pemadaman telah dilakukan namun titik api terus muncul.

Antara melaporkan, sejak tadi malam, kabut asap yang melanda Meulaboh semakin pekat. Akibat kabut asap ini, warga dilaporkan mengalami sesak nafas.

Beberapa pengendara sepeda motor di persimpangan Kisaran Meulaboh menutup bagian muka dengan kain dan baju guna menghindari hirupan asap yang sangat terasa perih pada mata dan tenggorok.

"Sakit mata, panas terasa asapnya. Cepat tutup hidung dengan baju, jangan hirup," kata seorang warga yang mengendarai sepeda motor.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh menyatakan 13 titik panas terpantau oleh satelit di wilayah Aceh akhir pekan kemarin. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Zakaria mengatakan, titik api tersebar di enam kabupaten.

Paling banyak terdapat di Nagan Raya yang terdeteksi empat titik panas, dan keempat titik tersebut berada di Kecamatan Darul Makmur.

Lalu disusul Aceh Barat dengan terpantau tiga titik panas, yang ketiganya terdapat di satu kecamatan yakni Johan Pahlawan.

Masing-masing dua titik panas terpantau di Aceh Tengah yakni Kecamatan Pegasing dan Kecamatan Linge, serta Aceh Selatan di Kecamatan Trumon dan Kecamatan Bakongan.

Terakhir Aceh Jaya terdeteksi di Kecamatan Panga, dan Aceh Barat Daya di Kecamatan Barshrot sama berbagi satu titik panas. (sur/sur)