Bangun 80 Km Trotoar, Pemprov DKI Siapkan Rp412 Miliar

Filani Olyvia, CNN Indonesia | Senin, 07/08/2017 10:27 WIB
Bangun 80 Km Trotoar, Pemprov DKI Siapkan Rp412 Miliar Anggaran ratusan miliar disiapkan untuk pembangunan trotoar di Jakarta. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp412 miliar, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta 2017 untuk membangun dan menata trotoar di sejumlah titik di lima wilayah.

"Saat ini kami sudah memulai pengerjaan fisik. Kurang lebih sudah mencapai 27 persen, dari target sepanjang 80 kilometer hingga Desember mendatang," ujar Kepala Seksi Perencanaan Prasarana Jalan dan Utilitas Dinas Bina Marga DKI Jakarta Riri Asnita, kepada CNNIndonesia.com.

Di Jakarta Pusat, pembangunan trotoar akan difokuskan di kawasan sekitar Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Di Jakarta Timur, trotoar baru akan dibangun di Jalan Jatinegara Barat, Jalan Jatinegara Timur dan Jalan Bekasi Raya.
"Tahun lalu, di Jakarta Selatan kan pembangunan trotoar difokuskan di kawasan Blok M. Tahun ini, akan kami lanjutkan ke Jalan Mahakam, Jalan Bulungan, Jalan Barito lalu berlanjut ke Jalan Kyai Maja," kata Riri.


Di Jakarta Barat, katanya, penataan trotoar akan dilakukan di Jalan Kyai Tapa. Sementara di Jakarta Utara, akan dilakukan di kawasan Kota Tua dan Sunter.

Pemprov DKI Jakarta sendiri, pada masa kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pernah menargetkan akan membangun sepanjang 2.600 km trotoar pada 48 lokasi yang tersebar di 42 kecamatan di Jakarta.
Namun, jika hanya pembangunan dan penataan trotoar di ibu kota hanya mengandalkan anggaran dari APBD, kata Riri, maka target 2.600 km trotoar mungkin baru akan tercapai dalam kurun waktu 50 tahun ke depan.

"Tahun lalu saja, kami baru dapat menyelesaikan kurang lebih 46 km. Baru 2,3 persen dari target 2.600 km tersebut," ucap Riri.

Menyiasati hal itu, Riri mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta tengah memikirkan langkah pendanaan lain untuk percepatan pembangunan trotoar, antara lain penggunaan kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB) pihak swasta.
"Tahun ini ada dua kegiatan kami yang rencananya dianggarkan melalui kompensasi KLB, seperti penataan trotoar di kawasan Sudirman-Thamrin dan Kota Tua," ujar Rini.

Selama Agustus 2017 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberlakukan operasi Bulan Tertib Trotoar di sekurangnya 155 titik lokasi yang tersebar di lima wilayah kota. Tujuannya tak lain untuk mengembalikan fungsi trotoar bagi para pejalan kaki.

Ratusan pengendara, baik roda dua maupun roda empat yang nekat melintas, maupun berhenti di atas trotoar berhasil ditertibkan. Begitu juga dengan pedagang kaki lima yang masih membandel dengan menjajakan dagangannya di atas jalur pedestrian.