Komika Acho Waswas Ditahan karena Kritik Apartemen

Anugerah Perkasa, CNN Indonesia | Minggu, 06/08/2017 19:50 WIB
Komika Acho Waswas Ditahan karena Kritik Apartemen Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komika Muhadkly MT alias Acho berharap Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat tak akan menahan dirinya pada proses pelimpahan perkara pada Senin (7/7). Dia juga akan mengajukan permohonan itu terkait dengan pekerjaan yang akan dilakoninya.

Acho menuturkan dirinya besok akan didampingi tim penasihat hukum dari LBH Pers, berencana mendatangi Polda Metro Jaya pada pukul 08.00 WIB terkait dengan cek kesehatan. Setelah itu, paparnya, dirinya akan mendatangi Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat terkait dengan rencana pelimpahan berkas.
“Saya akan mengajukan permohonan tak ditahan dan izin untuk kerja. Saya didampingi tim penasihat hukum dari LBH Pers,” kata Acho saat ditemui CNNIndonesia.com, Minggu (6/7).

Diketahui, Acho menjadi tersangka pada Juni 2017, setelah ‘curhat’ dirinya terhadap apartemen Green Pramuka City dilaporkan pada November 2015. Acho dianggap melanggar pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 310-311 KUHP tentang pencemaran nama baik.


Dia menuturkan dirinya kemungkinan terhambat untuk melakukan pengambilan adegan sebuah film dengan adanya kasus tersebut. Acho sendiri selain sebagai komika, juga dikenal bermain dalam sejumlah film layar lebar.
“Saya mengharapkan penegak hukum dapat melihat substansi masalah, bukan dari sisi formil saja. Yang menjadi korban dalam hal ini adalah konsumen,” kata dia lagi.

Green Pramuka City sendiri dikembangkan oleh PT Duta Paramindo Sejahtera.

YLKI Angkat Suara

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebelumnya mengecam segala bentuk kriminalisasi yang dilakukan oleh pengembang untuk membungkam daya kritis konsumen, macam dalam kasus Acho.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, langkah Acho menuliskan kekecewaan terhadap pihak pengembang Apartemen Green Pramuka merupakan upaya untuk merebut hak-haknya sebagai konsumen.

"Apa yang ditulis konsumen (Acho) adalah upaya untuk merebut hak-haknya yang diduga dilanggar oleh pelaku usaha,” katanya.