Menguntit Patroli Pejalan Kaki Sterilkan Trotoar Jakarta

Patricia Diah Ayu Saraswati, CNN Indonesia | Senin, 07/08/2017 15:31 WIB
Menguntit Patroli Pejalan Kaki Sterilkan Trotoar Jakarta Anggot KoPK memperingatkan pengguna sepeda motor untuk tidak melewati trotoar. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koalisi Pejalan Kaki (KoPK) rutin melakukan aksinya untuk menjaga hak pejalan kaki atas trotoar. Aksi tersebut sudah mereka setiap hari Jumat sejak tahun 2011 silam.

CNNIndonesia.com mencoba mengikuti aksi mereka pada Jumat (4/8) di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur. Saat aksi, KoPK selalu membawa berbagai macam tulisan tentang yang digunakan untuk mengkampanyekan trotoar sebagai hak pejalan kaki.

Tulisan tersebut misalnya 'trotoar untuk pejalan kaki' dan 'hormati hak pejalan kaki'.


Koordinator KoPK Alfred Sitorus menyebut aksi yang dilakukan oleh KoPK selalu berpindah-pindah. Namun, lokasi yang dipilih biasanya merupakan lokasi-lokasi yang dianggap oleh KoPK tidak ramah untuk pejalan kaki.
Dalam aksi yang Jumat lalu, sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja turut serta. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memang telah mengeluarkan Intrsuksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 99 Tahun 2017 tentang bulan tertib trotoar. Setelah instruksi tersebut keluar, razia terhadap kendaraan bermotor yang melintas di trotoar rutin dilakukan, termasuk melakukan razia kepada pedagang yang berjualan di atas trotoar. Salah satu yang melakukannya adalah Satpol PP.

Kepala Satpol PP Kramat Jati Fitrano Jaya Putra menyebut pemantauan yang dilakukan memang merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka melaksanakan instruksi gubernur.

Meski begitu Fitrano tak mau kegiatan yang dilakukan oleh Satpol PP Kramat Jati tersebut dianggap mengikuti aksi KoPK yang juga melakukan aksi di Jalan Dewi Sartika.
Menguntit Patroli Pejalan Kaki Sterilkan Trotoar Jakarta (EMBAksi angota Koalisi Pejalan Kaki. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
"Enggak lah, ini memang pas kebetulan jadwalnya di sini, kami juga enggak tahu mereka aksi di sini," kata Fitrano kepada CNNIndonesia.com.

Fitrano menyebut tanpa adanya instruksi gubernur tentang bulan tertib trotoar, Satpol PP memang telah rutin melakukan patroli.

Ia mengatakan pelanggaran terhadap trotoar di wilayah Kramat Jati memang didominasi oleh kendaraan bermotor, baik yang melintas di atas trotoar maupun yang parkir.

Sementara untuk pedagang kaki lima (PKL) atau papan reklame yang mengganggu di trotoar, kata Fitrano, jumlahnya tidak signifikan.

Sekitar pukul 17.00 WIB, kegiatan patroli yang dilakukan Satpol PP pun berakhir. Satu per satu anggota Satpol PP mulai meninggalkan lokasi. Meski anggota Satpol PP mulai meninggalkan lokasi, aksi KoPK terus berlanjut lantaran kondisi jalan yang justru semakin ramai.

Setelah tak ada lagi petugas Satpol PP, pengendara motor mulai mengambil kesempatan untuk melintasi trotoar.
Anggota KoPK pun mencoba mengimbau para pengendara motor untuk turun kembali ke jalan aspal. Meski begitu, ada seorang pengendara motor yang tetap ngotot untuk melintas di trotoar. KoPK pun dengan tegas meminta pengendara motor untuk kembali turun ke jalan aspal.

Sempat terjadi adu mulut di antara keduanya, hingga akhirnya pengendara motor tersebut mau turun ke jalan aspal.

KoPK memang tegas mengatakan trotoar menjadi hak untuk pejalan kaki. Namun KoPK memperbolehkan pengendara sepeda untuk boleh melintas di trotoar. Alfred menyebut pengendara sepeda boleh melintas di trotoar selama belum ada jalur khusus sepeda di jalan tersebut.

"Selama belum ada jalur khusus sepeda, sepeda dan pejalan kaki bisa berdampingan (menggunakan trotoar) asalkan tetap menjada keselamatan pejalan kaki," kata Alfred.

Dari penelusuran CNNIndonesia.com, dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi, penggunaan trotoar oleh pengendara sepeda diatur dalam pasal 90 ayat 3. Pasal tersebut berbunyi "pada jalan yang belum tersedua lajur sepeda, pengendara sepeda dapat melintasi fasilitas pejalan kaki berupa trotoar dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pejlaan kaki'.
Menguntit Patroli Pejalan Kaki Sterilkan Trotoar Jakarta (EMBAksi anggota Koalisi Pejalan Kaki di Jakarta. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Bambang, salah satu juru parkir yang ada di Jalan Dewi Sartika mengungkapkan di hari-hari biasa saat tak ada patroli dari Satpol PP dan aksi dari KoPK pengendara sepeda motor memang kerap melintas di trotoar.

"Motor memang sering lewat trotoar kalau di sini, bahkan di trotoarnya juga jadi macet karena pada naik ke trotoar," ujar Bambang.

 Bambang menyebut dengan adanya patroli dari Satpol PP dan aksi dari KoPK membuat kondisi trotoar di Jalan Dewi Sartika lebih nyaman untuk pejalan kaki.

"Di sini sebenarnya pejalan kaki emang enggak banyak banget, tapi kalau lihat motor-motor pada naik itu juga kasihan pejalan kakinya, kalau ada aksi seperti ini kan pejalan kaki juga jadi enak jalannya," ujarnya.