Wiranto protes karena telah dituduh melakukan pembiaran saat sejumlah kelompok masyarakat tak puas dengan hasil jajak pendapat yang menyatakan Timor Timur lepas dari Indonesia.
"Saya protes keras itu," kata Wiranto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wiranto menyebut situasi di Timor Timur mulai memanas setelah kelompok yang kalah dalam jajak pendapat melakukan protes sehingga muncul tindak kekerasan.
Sejumlah aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) melayangkan kritik terhadap Wiranto terkait dengan dugaan pelanggaran HAM di Timor Timur. Ketika itu Wiranto menjabat sebagai Panglima ABRI.
Berdasarkan penyelidikan Komnas HAM, Wiranto memegang tanggung jawab tertinggi atas masalah keamanan usai pengumuman referendum di Timor Timur saat itu.
Komnas HAM menilai telah terjadi pelanggaran HAM berat di Timor Timur dan itu menjadi tanggung jawab negara.
Krisis politik di Timor Timur tahun 1999 dimulai dengan serangan militan anti kemerdekaan terhadap penduduk, dan meluas menjadi kerusuhan di seluruh Timor Timur. Konflik itu berpusat di Dili. Kerusuhan meletus setelah mayoritas pemilih referendum Timor Timur memilih merdeka dari Indonesia.
Di tahun 2004, Pengadilan Timor Leste juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Wiranto atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan seputar referendum Timor Timur.