"Keluarga melihat kondisi kesehatan Ba'asyir semakin tua. Tentu, kondisi kesehatan ini semakin menurun, serangan-serangan bisa terjadi sesaat, karena kondisi fisik semakin tua menurun," ujar putra Ba'asyir, Abdul Rohim Ba'asyir, mengutip ANTARA, Sabtu (12/8).
Ia berharap, pemerintah dapat melihat sisi kemanusiaan dan memberikan kelonggaran agar Ba'asyir dapat menjadi tahanan rumah, sehingga dekat dengan keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami minta jangan fokus kesalahan apa yang dituduhkan dan mengesampingkan sisi kemanusiaan. Semoga bisa didengar penyelenggara negara dan bijaksana melihat kasusnya mempertimbangkan kondisi ustadz," terang Abdul.
Achmad menyebutkan, pihaknya juga mengusahakan agar keluarga dapat bertemu langsung dengan Ba'asyir.
"Selama ini, keluarga hanya bisa bicara dengan kaca, tidak bisa bertemu langsung. Hanya kami dan dokter bisa berjabat tangan dan berdialog, sementara keluarga hanya saat hari raya," imbuh dia.
"Saya minta rakyat Indonesia mendoakan kesehatan ustadz Ba'asyir supaya bisa disembuhkan," tuturnya.
Ba'asyir yang saat ini berusia 80 tahun dibawa ke RS Jantung Harapan Kita, Jakarta, pada Kamis (10/8), untuk melakukan pemeriksaan karena kakinya bengkak. Dari hasil pemeriksaan, diketahui terdapat masalah di pembuluh darah vena kaki.