Merasa Difitnah di Rekaman Miryam, Masinton Datangi KPK

Feri Agus Setyawan, CNN Indonesia | Selasa, 15/08/2017 14:38 WIB
Merasa Difitnah di Rekaman Miryam, Masinton Datangi KPK Masinton Pasaribu menyambangi Gedung KPK, Selasa (15/8) untuk mengklarifikasi soal namanya yang disebut sebagai pengancam Miryam. (Feri Agus Setyawan/CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masinton Pasaribu tiba-tiba menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan, kedatangannya untuk mengklarifikasi percakapan dalam rekaman video pemeriksaan Miryam S Haryani.

Dalam sidang Miryam kemarin, jaksa penuntut umum KPK memutarkan rekaman video pemeriksaan Miryam saat proses penyidikan kasus e-KTP. Miryam diperiksa oleh penyidik Novel Baswedan dan Ambarita Damanik.
Saat diperiksa, Miryam mengaku mendapatkan ancaman dari anggota DPR, di antaranya politikus PDIP Masinton Pasaribu, politikus Partai Gerindra Desmond J Mahesa, politikus Partai Hanura Syarifudin Sudding, politikus Partai Golkar Aziz Syamsudin dan Bambang Soesatyo, serta politikus PPP Hasrul Azwar.

Masinton mengklaim dirinya tak melakukan ancaman seperti yang terungkap dalam video pemeriksaan Miryam itu. Dia pun meminta KPK untuk berhenti menyampaikan fitnah yang serampangan.


"Saya yang berinisiatif datang kemari, agar KPK transparan, tidak menimbulkan fitnah terhadap orang-orang yang dituduh secara serampangan," kata Masinton di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/8).
Masinton justru menuding Novel yang mengarahkan Miryam agar menyebut nama-nama anggota DPR itu. Menurut dia, dari percakapan yang dilihatnya pada sejumlah media, nama-nama anggota DPR yang disebut mengancam Miryam terlontar dari mulut Novel ke Ambarita.

"Itu ya bisa saja sebagai trik untuk mengalihkan dan mengarahkan orang yang diperiksa sesuai penyidik. Makanya saya datang kemari minta klarifikasi," ujarnya.

Masinton mengklaim kedatangannya ke markas pemberantasan korupsi tanpa berkoordinasi dengan anggota dewan lainnya.

Dia pun berencana melaporkan hal ini ke Bareskrim Polri dan meminta rekaman video pemeriksaan Miryam itu diuji oleh kepolisian.
"Saya ingin minta diaudit semua rekaman yang tidak utuh itu, diaudit dan diperiksa secara forensik digital oleh Mabes Polri," kata dia.

Masinton saat ini menjabat Wakil Ketua Pansus Angket KPK. Politikus PDIP itu merupakan salah satu wakil rakyat yang lantang menggagas terbentuknya Pansus Angket KPK.

Masinton Pasaribu juga meminta KPK membuka rekaman pemeriksaan Miryam dalam rapat bersama Komisi III ataupun rapat Pansus.



(wis)