Dia meminta masyarakat tak perlu khawatir, dan tidak usah berpandangan bahwa barang bukti narkotik yang disita akan dijual lagi oleh polisi.
Hal itu, dikatakan Tito saat memimpin pemusnahan barang bukti sabu satu ton hasil pengungkapan di Anyer dan pemusnahan ribuan ekstasi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Selasa (15/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengancam akan melakukan tindakan tegas kepada anak buah yang coba-coba mengambil barang bukti tersebut.
"Tujuannya untuk motivasi," kata Tito.
Mantan Kapolda Metro Jaya ini mengaku, selama ini pihaknya sering kebobolan meski telah berusaha keras untuk memotong jalur masuknya narkotik dari luar.
Pertengahan Juli silam, tim Satgas Merah Putih menangkap sejumlah warga Taiwan yang menyelundupkan sabu seberat satu ton asal China di dermaga bekas Hotel Mandalika, Anyer, Banten.
Dalam penggerebekan itu, seorang penyelundup asal Taiwan bernama Lin Ming Hui ditembak mati polisi.