"Julianus menemukannya saat sedang menggali tanah untuk membuat pondasinya rumah," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast di Kupang, seperti dilansir Antara, Minggu (27/8).
Dia menjelaskan mortir yang ditemukan tersebut sudah berkarat. Penemuan mortir tersebut ditemukan setelah Julianus menggali tanah dengan kedalaman satu meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan Kepolisian
Sebab saat ini mortir yang belum diketahui aktif atau tidaknya tersebut sudah berada di markas Tim Gegana Polda NTT untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Dia menduga bahwa mortir yang ditemukan tersebut merupakan mortir sisa dari perang dunia II yang dahulunya NTT pernah ditempati oleh tentara-tantara Jepang dan Portugis.
"Saat ini hasilnya belum tahu, tetapi kalau sudah tahu akan disampaikan hasilnya," demikian Jules. (asa)