Larangan Sepeda Motor di Sudirman Belum Dalam Waktu Dekat

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Rabu, 06/09/2017 02:57 WIB
Larangan Sepeda Motor di Sudirman Belum Dalam Waktu Dekat Djarot Saiful Hidayat mengatakan percobaan pelarangan sepeda motor belum tentu diterapkan pada 12 September. Karena dia belum menerima kajian dari Dishub DKI. (CNN Indonesia/Mesha Mediani).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat mengatakan pelarangan sepeda motor di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman belum akan diberlakukan dalam waktu dekat.

Padahal Wakil Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko yang mengatakan, pihaknya bakal mencoba menerapkan pelarangan itu pada 12 September hingga 10 Oktober mendatang.

"Saya juga suka naik motor ya. Kalau sudah [dilarang] dari jam 6 [pagi] sampai jam 10 malam, itu enggak benar."Djarot Syaiful Hidayat

Djarot mengatakan percobaan pelarangan sepeda motor belum tentu diterapkan pada tanggal tersebut, karena dirinya belum menerima kajian dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta.


"Belum. Belum ada kajian. Belum diserahkan kepada saya," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Selasa (5/9).

Djarot mengatakan hasil kajian terkait kemacetan dengan pelarangan sepeda motor pun hanya menghasilkan opsi-opsi. Salah satu opsi itu pada 12 September melakukan uji coba pelarangan sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin-Medan Merdeka Barat.

"Dan tanggal 12 (September) itu siapa yang menyampaikan? Kalau yang menyampaikan itu dinas perhubungan, itu prakiraan. Tidak harus tanggal 12 (September)," kata Djarot.

Djarot juga mengaku telah meminta kepada pihak Dishub DKI Jakarta agar mendalami suatu opsi yang rasional dalam pelarangan sepeda motor. Menurut Djarot, opsi yang menjadi hasil kajian tidak boleh terlalu memberatkan. Misalnya, pelarangan sepeda motor hanya diberlakukan pada jam-jam sibuk saja. Seperti pada pukul 06.00 - 10.00 dan pukul 16.00-20.00 WIB.

"Saya juga suka naik motor ya. Kalau sudah [dilarang] dari jam 6 (pagi) sampai jam 10 malam, itu enggak benar," tutur Djarot.