Aksi bantuan Pramuka dilakukan dengan pengumpulan dana bertajuk 'Bumbung Kemanusiaan'. Sekitar 22 juta anggota Pramuka diserukan untuk turut serta dalam aksi bantuan tersebut.
"Penyaluran berupa kotak, dari bambu, dan biasanya di setiap kegiatan apabila ada daerah yang tidak beruntung maka peserta diminta untuk sukarela mengisi bumbung dan disetorkan ke pramuka daerah masing-masing atau kwartir yang daerahnya terkena bencana," kata Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Pembinaan Anggota Muda S. Budi Prayitno di kantornya, Jakarta, Rabu (6/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum melakukan aksi Bumbung Kemanusiaan, Pramuka telah mengirim relawan dan bantuan untuk etnis Rohingya yang terdampak konflik di Myanmar.
Lihat juga:Suu Kyi Akhirnya Buka Suara Soal Rohingya |
"Karena momentumnya berdekatan dengan Hari Raya Iduladha, maka kami membelikan hewan kurban yang dipotong bersama di sana. Kalau tidak, kami biasanya belikan makanan cepat saji dan keperluan lain," kata Indo.
Warga Rohingya terpaksa mengungsi dari Rakhine, Myanmar ke Bangladesh akibat persekusi yang terjadi pada etnis muslim minoritas tersebut. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain) |
Pramuka Myanmar
Di Myanmar sendiri diketahui ada pula gerakan kepanduan atau Pramuka. Dan, Pramuka Myanmar itu baru saja bergabung dengan Gerakan Pramuka Internasional (The World Organization of the Scout Movement/WOSM).
Pramuka Myanmar baru bergabung dengan WOSM karena sebelumnya keberadaan mereka dilarang oleh pemerintah. Setelah Aung San Suu Kyi ke bangku pemerintahan, Pramuka Myanmar kembali aktif dan mendaftarkan diri sukarela ke WOSM.
"Sesuai arahan Pak Presiden, kami memang merencanakan untuk menindaklanjuti program-program kami dengan mengadakan kunjungan bilateral pada Pramuka di Myanmar. Waktu dan kesempatannya masih disesuaikan, tapi kami harap dapat dilakukan secepatnya,"ujar Indo.
"Sesuai arahan Pak Presiden, kami memang merencanakan untuk menindaklanjuti program-program kami dengan mengadakan kunjungan bilateral pada Pramuka di Myanmar. Waktu dan kesempatannya masih disesuaikan, tapi kami harap dapat dilakukan secepatnya,"ujar Indo.
Warga Rohingya terpaksa mengungsi dari Rakhine, Myanmar ke Bangladesh akibat persekusi yang terjadi pada etnis muslim minoritas tersebut. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Perempuan dan anak-anak Rohingya menjadi korban terparah. Banyak dari mereka juga mengalami gizi buruk. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain).