Polisi: Novel Kirim Email ke Luar KPK
CNN Indonesia
Kamis, 07 Sep 2017 17:40 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menegaskan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diketahui mengirimkan email protes kepada Direktur Penyidikan Brigjen Aris Budiman ke sejumlah orang di luar lembaga antirasuah itu.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan menyebutkan, hal itu berdasarkan dokumen yang diserahkan Aris saat diperiksa polisi.
"Ada yang lain lagi, ada dua atau tiga orang di luar Wadah Pegawai (WP) KPK," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (7/9).
Adi enggan menyebutkan nama-nama orang di luar KPK yang menerima email protes dari Novel itu.
Berdasarkan keterangan itu, Adi mengatakan, penyidik akan memanggil sejumlah nama penerima email tersebut.
Novel sebelumnya mengatakan email tersebut dikirim ke internal pegawai dan tidak dikirimkan ke luar KPK. Novel menyampaikan hal tersebut melalui kuasa hukumnya, Alghiffari Aqsa.
"Novel katakan bahwa email yang dia kirim itu bukan email yang pertama, sudah ada email sebelumnya, ada pembicaraan secara baik," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Aqsa mengatakan, Novel mengirimkan email kepada Aris, pimpinan KPK, deputi penindakan dan tembusan pengurus WP KPK.
Surel itu berisi protes kepada Aris mengenai pengangkatan penyidik baru KPK yang tak menggunakan mekanisme internal KPK.
"Dia tidak menyebarkan email tersebut ke pihak luar. Bahkan ada email kedua oleh Novel, dia sayangkan bahwa email-nya disebarkan ke luar, itukan email internal," tuturnya.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan menyebutkan, hal itu berdasarkan dokumen yang diserahkan Aris saat diperiksa polisi.
"Ada yang lain lagi, ada dua atau tiga orang di luar Wadah Pegawai (WP) KPK," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novel sebelumnya mengatakan email tersebut dikirim ke internal pegawai dan tidak dikirimkan ke luar KPK. Novel menyampaikan hal tersebut melalui kuasa hukumnya, Alghiffari Aqsa.
Aqsa mengatakan, Novel mengirimkan email kepada Aris, pimpinan KPK, deputi penindakan dan tembusan pengurus WP KPK.
Surel itu berisi protes kepada Aris mengenai pengangkatan penyidik baru KPK yang tak menggunakan mekanisme internal KPK.
"Dia tidak menyebarkan email tersebut ke pihak luar. Bahkan ada email kedua oleh Novel, dia sayangkan bahwa email-nya disebarkan ke luar, itukan email internal," tuturnya.