Eggi mengatakan, pengakuan itu pun telah ia sampaikan saat menjawab pertanyaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Dittipidsiber Bareskrim) Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (25/9).
“Saya kenal [Rizal], karena dia adik kelas saya waktu [kuliah] fakultas hukum Universitas Jayabaya. Dia [di] Fakultas Ekonomi,” kata Eggi kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizal Kobar. (CNN Indonesia/Marselinus Gual) |
Dalam pemeriksaan, Eggi Sudjana mengatakan, mendapatkan puluhan pertanyaan dari penyidik.
“Total ada 30 pertanyaan. Inti yang dimaksud ada tiga dalam pikiran saya, yaitu saya dalam posisi yang difitnah, karena sama sekali tidak mengerti mengapa ada nama saya di situ, dan itu ada penjelasannya dari Jasriadi sendiri bahwa dia tidak mengenal saya, dia main comot saja dan dapat rekomendasi dari Rizal Kobar,” tuturnya.
Eggi hanya mengatakan, Sunny adalah orang Ahok dan dirinya merupakan korban ujaran kebencian.
“Itu yang harus dilihat, saya ini yang jadi korban ujaran kebenciannya, itu saya, bukan saya yang mengujarkan kebencian. Coba mana ada kalimat saya yang menciptakan ujaran kebencian? Tidak ada sama sekali,” katanya.
Nama Eggi Sudjana bersama purnawirawan TNI Mayor Jenderal Ampi Tanudjiwa tercantum sebagai dewan penasihat dalam struktur organisasi Saracen yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (24/8) lalu.
Selain nama Eggi Sudjana dan Ampi Tanudjiwa, ada 39 nama lain yang tergabung dalam kepengurusan grup Saracen. Mereka menduduki sejumlah jabatan, mulai dari dewan pakar, sekretaris, bendahara, media informasi, koordinator grup, hingga tim informasi dan teknologi.
Rizal Kobar. (CNN Indonesia/Marselinus Gual)