Mendagri Gusar Isu PKI Muncul Jelang Pilkada dan Pilpres

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Senin, 02/10/2017 12:41 WIB
Mendagri Gusar Isu PKI Muncul Jelang Pilkada dan Pilpres Tjahjo mengatakan, fitnah mengenai kebangkitan PKI dapat merusak kebinekaan bangsa. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku kecewa atas membesarnya isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) seiring semakin dekatnya waktu menuju pilkada serentak 2018 dan pemilihan presiden 2019.

Pengembangan isu PKI kerap muncul setiap jelang pelaksanaan pilkada atau pemilu. Menurut Tjahjo, anggapan bahwa PKI akan muncul lagi dan memiliki banyak anggota adalah fitnah.

"Ini saya kira upaya-upaya politik yang seharusnya sebagai anak bangsa, tokoh nasional, atau siapapun, harusnya sudah mulai singkirkan," kata Tjahjo di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (2/10).
Ia meminta siapapun orang yang hendak menjadi Presiden bersaing secara sehat. Menurutnya, pertarungan gagasan lebih dibutuhkan dibandingkan saling menyebar fitnah terhadap lawan politik masing-masing.


Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menilai fitnah mengenai kebangkitan PKI dapat merusak kebinekaan bangsa.

"Jelas sikap Presiden dan seluruh bangsa ini tahu, para alim ulama tahu, para tokoh juga tahu, tokoh masyarakat tahu, generasi muda tahu, bahwa PKI itu organisasi terlarang di Indonesia," tuturnya.
Presiden Joko Widodo telah meminta masyarakat memegang teguh nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Langkah tersebut dianggap dapat memperkuat bangsa dari berbagai ancaman.

Menurut Jokowi, jika Pancasila menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, peristiwa seperti 30 September 1965 silam tak akan terulang.

Ia meyakinkan, pemerintah tetap menjalankan amanat Tap MPRS Nomor 25 tahun 1966 tentang Pelarangan Keberadaan PKI. 
"Jelas sekali. Saya kira tidak perlu saya ulang-ulang," kata Jokowi di kawasan Lubang Buaya, Jakarta, Minggu (1/10).