Eggi Sudjana Ancam Anies-Sandi terkait Proyek Reklamasi

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Rabu, 11/10/2017 12:09 WIB
Eggi Sudjana Ancam Anies-Sandi terkait Proyek Reklamasi Eggi Sudjana mengancam akan menggalang gerakan mengecam Anies-Sandi jika membiarkan reklamasi. Namun Eggi juga siap jadi pengacara jika Anies menolak reklamasi. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengacara sekaligus Penasihat Presidium Alumni 212, Eggi Sudjana menilai Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno, tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta. Dia menyatakan akan menggalang gerakan massa untuk mengecam Anies-Sandi.

Eggi menilai, ketidakmampuan Anies menghentikan reklamasi tampak dari sikapnya yang diam saja meskipun moratorium pembangunan pulau buatan di Pesisir Utara Jakarta itu telah dicabut.

“Kalau lihat gelagatnya diam begini, diduga bisa enggak mampu, kita lihat saja nanti,” kata Eggi di Bareskrim Polri, Jakarta, kemarin, Selasa (10/10).


Eggi mengancam akan mengecam gubernur terpilih itu jika tidak mampu memberikan perlawanan kepada pemerintah pusat terkait pencabutan moratorium reklamasi. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Padjaitan, mencabut moratorium reklamasi Teluk Jakarta pada 5 Oktober lalu.

Gerakan itu akan dibangun ketika Anies dan Sandi telah resmi dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta kelak.

“Kalau itu (reklamasi) enggak selesai, saya kecam dia. Saya lawan dia, saya bikin gerakan. Karena dia enggak konsisten,” katanya.

Sebaliknya, Eggi Sudjana menyebut jika memang Anies siap maju untuk memberikan perlawanan terkait pencabutan moratorium itu, ia siap ditunjuk menjadi pengacara yang mendampingi perlawanan itu.

“Tapi kalau mau lawan, saya siap ditunjuk sebagai pengacaranya,” katanya.
Eggi Sudjana Ancam Anies-Sandi terkait Proyek ReklamasiAnies Baswedan saat kampanye di kampung nelayan Cilincing, Jakarta Utara, mengusung tema tolak reklamasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Proyek reklamasi pembangunan Pulau di pesisir Utara Jakarta resmi dilakukan kembali setelah Menko Luhut mencabut moratorium reklamasi. Kemenko Maritim mencabut moratorium 17 pulau yang sebelumnya dianggap pembangunannya tidak sesuai dengan tata kelola dan izin lingkungan yang berlaku.

Moratorium reklamasi sendiri dilakukan sejak Mei 2016 setelah ditemukan banyak kejanggalan terkait analisis dampak lingkungan pada pembangunan pulau-pulau itu.

Sementara Anies Baswedan menjanjikan akan mengeluarkan pernyataan terkait reklamasi setelah dilantik pekan depan, Senin (16/10).

"Nanti soal (program) itu semuanya (dibicarakan) setelah saya bertugas. Pokoknya saya jawab reklamasi seusai tanggal 16," ujar Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (10/10).

Saat momen kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies dan Sandi memang gencar menyatakan sikap tegas menolak reklamasi. Dia juga sempat turun ke pemukiman nelayan di Jakarta Utara.