Menurut Sudirman, itu perlu dilakukan mengingat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru menyerap APBD 2017 sekitar 47,1 persen saja, sementara waktu yang tersisa hanya tinggal 2,5 bulan.
"Itu artinya, setiap hari kalau mau cepat ya spend (menggunakan) Rp420 miliar. Sesuatu yang sangat menantang," ucap Sudirman usai memberikan hasil kerja Tim Sinkronisasi di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (13/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Juga harus mencari cara bagaimana speed bisa ditingkatkan," ujar Sudirman.
Meski begitu, Sudirman telah menyiapkan tim untuk memantau apa saja hasil rekomendasi yang tidak diterima Sekretaris Daerah (Sekda) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemprov DKI Jakarta.
Berdasarkan data dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, APBD 2017 berjumlah Rp62,47 triliun. Komposisi dan pembiayaan terbesar yakni di sektor pendidikan yang mencapai Rp17,49 triliun.
Setelah itu, penanggulangan kemacetan dianggarkan sebanyak Rp12,73 triliun, kemudian bidang kesehatan Rp8,27 triliun, rumah susun dan fasilitas pendukung Rp4,66 triliun, penanggulangan banjir Rp3,12 triliun serta penanganan kebersihan di DKI Jakarta Rp2,98 triliun.