Serap Anggaran, Anies-Sandi Diminta Habiskan Rp420 M per Hari

Bimo Wiwoho , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 19:04 WIB
Serap Anggaran, Anies-Sandi Diminta Habiskan Rp420 M per Hari (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Sinkronisasi Sudirman Said menyarankan Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno atau Anies-Sandi untuk menggunakan anggaran sedikitnya Rp420 M per hari agar APBD terserap habis hingga akhir 2017.

Menurut Sudirman, itu perlu dilakukan mengingat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru menyerap APBD 2017 sekitar 47,1 persen saja, sementara waktu yang tersisa hanya tinggal 2,5 bulan.

"Itu artinya, setiap hari kalau mau cepat ya spend (menggunakan) Rp420 miliar. Sesuatu yang sangat menantang," ucap Sudirman usai memberikan hasil kerja Tim Sinkronisasi di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (13/10).

Sudirman menyatakan, Anies dan Sandiaga mesti mencari cara untuk bisa menggunakan anggaran tersebut secara optimal. Jangan sampai anggaran terserap habis dengan alokasi yang tidak tepat.

"Juga harus mencari cara bagaimana speed bisa ditingkatkan," ujar Sudirman.
Saat ditanyakan bagaimana sebaiknya Anies dan Sandi menjalankan tugasnya itu, Sudirman mengaku tidak bisa memberi jawaban. "Tanya gubernur," ucapnya singkat.

Sudirman menjelaskan, setiap hal yang direkomendasikan Tim Sinkronisasi belum tentu diakomodasi dan menjadi program kerja. Dia mengaku bukan pihak yang memiliki otoritas untuk melegalisasi program kerja.

Meski begitu, Sudirman telah menyiapkan tim untuk memantau apa saja hasil rekomendasi yang tidak diterima Sekretaris Daerah (Sekda) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemprov DKI Jakarta.

Berdasarkan data dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, APBD 2017 berjumlah Rp62,47 triliun. Komposisi dan pembiayaan terbesar yakni di sektor pendidikan yang mencapai Rp17,49 triliun.

Setelah itu, penanggulangan kemacetan dianggarkan sebanyak Rp12,73 triliun, kemudian bidang kesehatan Rp8,27 triliun, rumah susun dan fasilitas pendukung Rp4,66 triliun, penanggulangan banjir Rp3,12 triliun serta penanganan kebersihan di DKI Jakarta Rp2,98 triliun.