Beda dengan Jabar, Banyuwangi Gaet Ojek Online untuk Kuliner

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Minggu, 15/10/2017 03:41 WIB
Beda dengan Jabar, Banyuwangi Gaet Ojek Online untuk Kuliner Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengaku menjalin kerja sama dengan perusahaan ojek online untuk mengantarkan makanan tradisional khas ke wilayah perkotaan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengaku telah menjalin kerja sama dengan perusahaan ojek daring (online) seperti Gojek dan GrabBike untuk mengantarkan makanan tradisional khas ke wilayah perkotaan.

Kerja sama itu dibangun demi memudahkan masyarakat mengenali kuliner khas Banyuwangi. Selain itu, pengusaha kuliner juga menjadi lebih mudah untuk mengembangkan bisnisnya.

"Dia (pengusaha) tidak harus berinvestasi di tengah kota. Maka dengan ada Go-Food sekarang tidak perlu lagi orang datang ke pedalaman," tutur Azwar di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jakarta, Sabtu malam (14/10).



Hal itu berbeda dengan apa yang terjadi di Jawa Barat. Diketahui, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat berencana melarang transportasi online beroperasi. Meski belum diterapkan, tentangan banyak terbit dari sebagian besar masyarakat.

Selain bidang kuliner, Azwar juga mengatakan telah pemerintah kabupaten Banyuwangi bekerja sama di sektor kesehatan, khususnya obat-obatan. Dia dan perusahaan ojek online telah membuat aplikasi khusus layanan antar obat ke masyarakat miskin.

Azwar mengatakan telah meneken nota kesepahaman dengan perusahaan ojek online yang bersangkutan.

"Maka obat-obatan yang dibeli oleh masyarakat di rumah sakit tidak perlu antre karena akan diantar ke rumah masing-masing," kata Azwar.

Sejauh ini, tutur Azwar, masyarakat sangat merasakan manfaat dari kerja sama yang telah dibangun itu. Tidak ada pula tentangan dari perusahaan transportasi konvensional.


Hal itu dikarenakan dirinya telah mengadakan dialog dengan semua pihak sebelum kerja sama dibangun dengan perusahaan ojek online.

Dia yakin, pemerintahannya mesti memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan daerah. Masyarakat pun tentu akan mendapat manfaat jika teknologi digunakan secara optimal dalam hal pelayanan publik.

"Teknologi ini cepat, akan berubah dan bergeser. Maka pilihan Banyuwangi tidak menentang teknologi, tapi merangkul teknologi," ucapnya.